oleh

Nenek Pencuri Kayu Jalani Proses Pesidangan

PATI, Bratapos.com – Terdakwa Kasus Pencurian Kayu Dikawal 2 Truk Massa, Jalani Sidang Pertama di  Pengadilan Negeri  Pati_ Bratapos_Pati_  Sidang perdana kasus dugaan pencurian kayu jati milik Kades Srikaton, Kecamatan Jaken, Endah Dwi Winarni yang dilakukan oleh terdakwa berinisial LS (36) yang merupakan warga setempat, dikawal oleh puluhan massa.

Mereka berdatangan dengan menggunakan dua armada truk, kemudian masuk di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Pati, Selasa (9/7) kemarin.

Sidang dipimpin langsung oleh hakim ketua Lisfer Berutu dan didampingi oleh dua hakim anggota, yakni Grace Meilaanie PDT Pasau dan Dyah Retno Y. Sementara panitera adalah Didiek soliestyo.  Dalam sidang pertama itu, berlangsung pembacaan dakwaan. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi. Hanya, dikarenakan saksi kedua belah pihak belum siap, sidang kemudian ditunda hingga minggu depan. “SD” nama inisial .

sesepuh Desa Srikaton yang mengawal jalannya persidangan mengatakan, dirinya memang sengaja mengajak puluhan warga untuk memberikan dukungan moral kepada terdakwa.

Sebab, sepengetahuan mereka, terdakwa tidak bersalah. Lantaran lima kayu jati dan satu bagang kayu nangka yang ditebang itu adalah milik neneknya sendiri. “Harapan kami semoga saudara LS dibebaskan, karena tidak bersalah,” tegasnya.

Sementara itu, Ibu terdakwa, Lasmirah mengaku bahwa lahan dan lima pohon jati yang ditebang anaknya itu adalah milik orang tuanya.

Dia juga mengaku bahwa sebelumnya tidak ada proses jual beli dengan Endah. “Niku tanah gadahane kulo (itu tanah milik saya). Mboten nate tak dol (tidak pernah saya jual). Niku lima tahun tandurane namung jati (selama lima tahun, itu tanamannya cuma pohon jati), tuturnya dengan bahasa Jawa Ngoko. Kronologi kasus ini Kasus ini berawal dari dugaan pencurian itu terjadi pada awal April lalu.

Mulanya terdakwa menebang lima pohon jati dan satu pohon nangka di lahan yang diketahui milik ibu terdakwa. Ketika pohon sudah dirobohkan, kemudian terdakwa menjual pohon itu seharga Rp 1.050.000. Uang itu kemudian digunakan untuk mencukupi kebutuhan ibunya.  Sayang , oleh pelapor,  Kades Srikaton, mengaku Kalau -Kalau  pohon yang ditebang dan dijual oleh terdakwa itu adalah miliknya.

Merasa tidak terima, Kades kemudian melaporkan kejadian  itu ke pihak kepolisian. Terdakwa menjalani sidang pertama yang dikawal oleh puluhan warga Srikaton.

Warga juga mengiyakan bahwa kayu itu adalah milik ibu terdakwa dan meminta agar terdakwa dibebaskan.

Reporter              : Sholihul hadi

Editor                   : Dr

Publisher             : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA