oleh

Dana Desa susumut 2018 Di Duga Mark Up

Labusel , Bratapos.com – Dana Desa yang di keluarkan pemerintah pusat dan di peruntukkan kepada Masarakat pedesaan khususnya di kabupaten labuhan batu selatan yg khususnya di seluruh wilayah Indonesia Dengan harapan pemerintah pusat agar masyarakat yang ada di pedesaan merasakan bisa sejahtera dan tidak ketingggalan pembangunannya,sesuai dgn UU no. 6 thn 2014 dan PP. 43 thn 2014 pada pasal 19 ayat 2 di pariorutaskan pemberdayaan dan kebudayaan masarakat.

Namun sebahagian itu tidak terjadi contoh salah satunya di Desa Sisumut kecamatan Kota pinang kabupaten Labuhanbatu Selatan, masih adanya dugaan mark up yang dilakukan oleh oknum kepala desa Sisumt.

IMG-20190707-WA0249

Berdasarkan kelarisipikasi sekaligus kompirmasi terhadap Kades, 12/06/2019 ,jam 09.05 wib di kantor Desa Sisumut menurut keterangan kades si sumut Bahwasanya ketika kita pertanyakan tentang Aplikasi impormasi desa kades bingung ahirmya pak kades mengaku bahwa itu adalah Himbauan mantan camat kota pinang, dan mengajak para kades agar Add/DD di pergunakan sesuai dgn Permendes pusat dan membuat smart Desa sekali gus Membuat Aplikasi Desa dan Aplikasi Bumdes,Mantan Camat atas nama S. Hrp yg sekarang menjabat Kabag sosial lebih lanjut kita menanyakan tentang rp. 29.juta maka kades menjawab “jawapan saya sebagai kades sama jawapan para kades kota pinang itula jawapan saya, karna penyedianya pada saat itu adalah orang ketiga lebih lanjut kita pertanyakan, orang ketiga siapa, kades tidak menjwab ” tandasnya.

Sungguh aneh bin ajaib alias seperti semacam, ada lempar batu sembunyi tangan pak kades, pada hal kades kan sebagai penanggung jawab anggaran sesuai dengan Hasil musawarah Desa , dan menurut pantauan Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Republik Indonesia Bersatu ( LSM-FRIB) saudara P. Pulungan mengatakan kepada awak media “bahwa masih banyak oknum kepala desa yang nakal dan berani memanipulasi dan seakan-akan ada menutup-nutupi atasanya Demi untuk mencari keuntungan pribadi ditambah lagi keterangan pak kades yg mengatakan yg penyedia Dana Aplikasi impormasi Desa tidak jelas, kita sebagai social control jelas-jelas sangat meduga Aplikasi impirmasi Desa adalah poroyek salah satu oknum pejabat kecanatan kota pinang ” ujarnya.

IMG-20190707-WA0250

Masih dari keterangan P Pulungan salah satu Desa yang kita dapatkan datanya adalah Desa Sisumut Kecamatan Kota pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan, dari data, keterangan Mantan camat yg brinisial SH tersebut 21/06/19 sekutar jam 02.52 wib melalui VIa HP, bahwa keterangan mantan camat tersebut itu bukan perintah hanya saja saya meng himbau saja, saya dan bukan poroyek saya, saya hanya menghimbau Aplikasi impormasi Desa di adakan di setiap desa hanya itu saja, dengan meng akhirinya. Sesuai dengan Laporan Realisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa Pemerintah Desa Sisumut Tahun Anggaran ,2018, kita menemukan Beberapa kejanggalan pada bidang penyelenggaraan, Dana Desa yang mana pada poin Belanja modal di dalam uraian tertulis ” Aplikasi dan Informasi Desa/Bumdes ” dan dalam kolom anggaran adanya nilai yang sangat fantantis yakni mencapai Rp.29.000.000,- , yang menjadi pertanyaan apa saja aplikasi dan informasi desa itu tidak kah relepan jawapan pak Kades tersebut, bahkan ada lagi Hosting , rp. 1 juta per bln ini sudah di bayar 4 bln ” tandasnya.

Dari data diatas konfirmasi terkait data tersebut dgn jawapan pak kades Sisumut memang benar adanya jlh rp. 29.000.000 di tambah Hosting 4.jita aplikasi menurut jawaban kades tersebut tidak lah pas karna apakah dana aplikasi impormasi desa sampai mencapai 29.jutaan ini membuat adanya dugaan keras dana desa thn 2018 banyak yg mark up , dan yg perlu kita pertanyakan dana -dana yg lain nya pun tdk sesuai dgn RAP, agar masarakat tau kemana realisasi anggaran DD tersebut di realisasikan sesuai dengan papan impormasi,transperansi dan Akuntabel dapat di ketahui pihak masarakat , ini tidak bisa di tutupi oleh pihak manapun apalagi oknum kades dan Tpk Desa sebagai penang jawab anggaran dan pelaksana anggaran, padahal perintahan desa adalah yg di per caya masarakat dan di pilih langsung oleh masarakat, malah sebaliknya Kepala desa di duga mem bodohi masarakat nya sendri ini lah ulah parah kades yg meraih ke untungan peribadi nya, yg aneh nya lagi aplikasi impormasi tersebut belum bisa di pungsikan oleh pihak desa, ada juga namanya hosting yang perbulan nya mencapai jutaan, seperti buku perpustakaan yg mencapai puluhan jutaan ,ini semua belum jelas dapat pak kades memberkan keterangan sesuai dgn RAB Dan laporan realisasi pelaksanaan thn 2018, maka dgn ini kami sangat mohon kepada penek hukum ter utama tindak pidana korupsi (tipikor) baik kepolisian maupun Kejaksaan untuk memeriksa kades Sisumut dan oknum yg terkait di dalam nya ,ter utama para kades dan Para atasan kades yg ikut ke terlibat agar ikut merasakan suatu epek jerah,yg Di Duga para kades di paksa ,termasuk yg di duga memperkaya diri sendri tanpak memikirkan rakyat yg haus dengan pemerataan pembangunan.

Reporter : Porkot pulungan

Editor : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA