oleh

Pemerasan Dan Pengancaman Pakai Pistol Pada Bocah, Jaksa Hanya Menuntut Ringan

GRESIK, BrataPos.com – Dua sekawan yang mengaku polisi dari Surabaya hanya untuk melakukan pemerasan dan kekerasan yang menggunakan senjata api terhadap sejoli.

Kedua terdakwa hanya dituntut ringan oleh Jaksa Penuntut Umum Diecky Eka Koes Andriansyah dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. kemarin, (3/7/2019).

Hal itu ketika sidang di Pengadilan Negeri Gresik dalam agenda tuntutan. Dihadapan majelis hakim Rina Indra Janti yang memeriksa dua sekawan yakni Muhammad Fahni Fahrozi (30), dan Muhammad Al Maghrobi, dalam amar tuntutannya, Jaksa Diecky Eka Koes Andriansyah membeberkan kronologi kejadiannya.

Awalnya kedua korban yakni FA dan NIL pasangan sejoli hendak bermain di rumah temannya. Sesampai di rumah temannya, kedua korban memarkir sepeda motor di depan. Namun saat itu teman korban sedang tidak ada di tempat. Hal itu terlihat dari pintu rumah dalam keadaan tertutup.

Tak lama kemudian, kedua korban didatangi oleh kedua terdakwa yang tinggal di dusun Sumber Suci, Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Saat akan melakukan aksinya kekerasan dan pemerasan. Kedua terdakwa mengaku sebagai anggota kepolisian dari Surabaya yang bertugas di Ujungpngkah.

Merasa ketakutan, kedua korban yang masih dibawah umur hendak meninggalkan lokasi. Tapi oleh kedua terdakwa diajak masuk ke perkebunan mangga. Kedua terdakwa pun menginterogasi kedua korban. Saat itulah kedua terdakwa mengambil senjata api yang diselipkan di saku kiri dan menembakkan ke belakang bawah sebanyak satu kali.

Perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan Pasal 368 ayat (2) KUHPidana. Menuntut 1,6 tahun penjara,” kata jaksa Diecky.

PicsArt_07-06-08.44.38

Padahal, kedua korban masih dibawah umur. Menurut UU kekerasan terhadap anak. Setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun enam bulan dan/atau denda paling banyak Rp. 72 juta rupiah.

Meski demikian, Diecky menilai selama ini terdakwa kooperatif, sopan dalam persidangan. Kemudian, berterus terang, namun kedua terdakwa berbelit-belit. Selanjutnya, kedua terdakwa juga belum pernah dihukum.

Majelis Hakim Rina Indra Janti yang memimpin sidang memberikan waktu kepada kedua terdakwa untuk menyampaikan pembelaan. Rina mengetuk palu tanda selesainya persidangan. “Besok kamu tulis pembelaanmu, dan bacakan waktu persidangan,” pinta Rina.

Akhirnya hakim Rina mengetuk palu tandanya sidang diakhiri. Dengan mengenakan rompi orange, terdakwa keluar ruang sidang dengan kawalan petugas menuju ruang tahanan.

Reporter : jml
Editor : nr
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA