oleh

Putusan Sela Caleg Terpilih Ditolak, Hakim Perintahkan JPU Melanjutkan Perkara

GRESIK, BrataPos.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik, dalam agenda putusan sela, menolak eksepsi penasehat hukum terdakwa, kasus dugaan penipuan dan penggalapan jual beli tanah, H. Mahmud Caleg terpilih Kamis, (4/7/2019).

Majelis hakim yang dipimpin Putu Gede Hariadi itu pun langsung memerintahkan persidangan dilanjutkan, sampai tanggal 15 Agustus 2019 mendatang.

Saat hakim secara bergantian membacakan berkas putusan selanya. H. Mahmud (54) caleg terpilih itu, hanya mampu menundukan kepalanya di atas kursi pesakitan Pengadilan Negeri Gresik.

Dalam berkas putusan selanya, hakim menilai eksepsi terdakwa sudah masuk dalam ranah pembuktian. Serta sudah masuk ke materi pembuktian. Dakwaan, JPU yang dipimpin Lila Yurifa Prihasti sudah memenuhi syarat materiil.

“Eksepsi terdakwa ditolak. Memerintahkan pada Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin oleh Lila Yurifa Prihasti untuk melanjutkan perkara ini. Dan memeriksa semua saksi,” pinta hakim Putu Gede Hariadi.

PicsArt_07-04-07.05.58

Sementara Michael Harianto, penasehat hukum terdakwa menghormati putusan sela hakim yang menolak eksepsi kami. Kita akan alout membuktikan pada majelias hakim, bahwa perkara ini bukan ranah pidana, melankan perdata.

“Saya akan membuktikan saat pemeriksaan saksi dalam persidangan nanti. Saya sudah menyusun pembelaan atau pledoi untuk membuktikan pada hakim,” katanya usai persidangan.

Diberitakan sebelumnya, H. Mahmud yang merupakan mantan Kepala Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar itu, ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan PT Bangun Sarana Baja (BSB) ke Polda Jatim, nomor 444/IV/2018/UM/SPKT, Rabu 11 April 2018.

Warga yang tinggal di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar itu, diduga melanggar Pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP.

Reporter : jml
Editor : nr
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA