oleh

Di Harlah IBI Ke 68 Komitmen Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Probolinggo

KRAKSAAN,bratapos.com – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk percepatan dan penanganan Stunting untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Probolinggo sampai 50% pada akhir tahun 2019 mendatang.

Komitmen tersebut disampaikan pada saat momentum peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke – 68 tahun 2019, pada hari Kamis (27/6/2019) pagi, di ruang pertemuan Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Jawa Timur, Hj Lestari, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ny Hj Nunung Timbul Prihanjoko, Asisten Administrasi dan Kesra Setda Kabupaten Probolinggo, H Supriadi, Ketua IBI Cabang Kabupaten Probolinggo, Hj Nuryati, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr Anang Anang Budi Yoelijanto bersama pejabat OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Momentum tersebut ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Asisten Administrasi dan Kesra Setda Kabupaten Probolinggo, H Supriadi dan disaksikan oleh Segenap anggota IBI Bidan se – Kabupaten Probolinggo, fatayat dan muslimat NU.

Dalam sambutannya Supriadi sangat mengapresiasi komitmen IBI cabang Kabupaten Probolinggo yang berjanji dan bertekad untuk mempercepat penanganan permasalahan Stunting, AKI dan AKB di Kabupaten Probolinggo. Mengingat begitu Kompleks nya permasalahan tersebut pihaknya berharap hal ini tidak hanya sekedar slogan dan janji belaka.

Lebih lanjut Supriadi meminta kesanggupan dari para bidan maupun tenaga kesehatan lainnya untuk bersungguh – sungguh dalam melaksanakan kinerjanya, karena profesi mereka bersentuhan langsung dengan yang bersangkutan. “Kami semua sangat berharap pada akhir tahun 2019 permasalahan ini bisa turun signifikan sampai 50%,” harap Supriadi.

“Selamat ulang tahun, mudah – mudahan Allah Swt mengistijabah dan mengabulkan doa kita semua, khususnya para bidan di Kabupaten Probolinggo semoga tetap semangat, tetap smart,” tandasnya.

Sementara dr Anang Budi Yoelijanto menjelaskan untuk menekan permasalahan AKI, AKB dan Stunting, sesuai dengan petunjuk Bupati Probolinggo agar Dinkes bersama seluruh jajarannya banyak melakukan terobosan sebagai upaya percepatan. Anang menuturkan komitmen Bupati Probolinggo begitu besar dalam upaya ini salah satunya adalah kebijakan penggunaan anggaran yang cukup besar.

“InsyaAllah dengan berbagai terobosan yang telah di upayakan, target kami sampai akhir tahun 2019 mampu menurunkan permasalahan ini sampai 50% sesuai dengan harapan ibu Bupati Tantri,” jelas Anang.

Anang menyebutkan salah satu terobosan yang telah diupayakan adalah peningkatan kualitas bidan, karena bidan ibarat ujung tombak dalam penanganan permasalahan ini. Disamping itu program sinergi bersama stakeholder desa melalui mandatory alokasi dana desa juga diharapkan efektif dalam mengintervensi masalah stunting, AKI dan AKB.

“Saya percaya kinerja bidan saat ini lebih baik, kami secara internal telah melakukan pembinaan, melakukan reposisi bidan, peningkatan kemampuan bidan, melakukan pengawasan kinerja bidan, bahkan kami juga memberikan sangsi – sangsi tertentu bagi mereka yang tidak berkinerja,” tandasnya.

reporter : dra

Editing : Wo

REKOMENDASI UNTUK ANDA