oleh

Peran Generasi Milenial dalam Pembangunan Desa

-Terbaru-2.223 views

 

Masyarakat desa masih memegang teguh  adat istiadat, sifat sosialnya masih tinggi dan hubungan antar masyarakatnya cukup erat. Menurut  Undang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa pasal 68, masyarakat desa memiliki kewajiban membangun dan melestarikan lingkungan desa.

Dengan dibentuknya kegiatan pembangunan desa dan pembinaan masyarakat, maka akan menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di desa. Hal ini tentunya dapat dicapai degan membangun permusyawaratan, rasa kekeluargaan, dan gotong royong. Adalah penting semua masyarakan diwajibkan ikut serta atau berpartisipasi dalam kegiatan di desa.

Berdasarkan penjelasan di atas, peran masyarakat sangat signifikan,dan dibutuhkan dalam mendukung pembangunan di desa, tidak terkecuali para milenialis. Milenialis sangat dibutuhkan karena biasanya memiliki fisik yang lebih kuat dan semangat kerja kreatif.

Perannya menjadi sangat vital karena mereka juga memiliki pengetahuan lebih luas tentang teknologi informasi terbarukan. Dalam perkembangan jaman ini, milenialis sangat mudah mendapat informasi dan cakap memainkan gadget.

Kegiatan milenial juga dapat dijadikan sebagai suatu perkumpulan kepemudaan desa agar bisa berbagi inspirasi, dan membuat kegiatan-kegiatan kreatif yang membangun. Misalnya, milenial dapat mengembangkan hasil olahan pertanian di desanya menjadi komoditas yang bernilai tinggi dengan belajar tutorial dari youtube. Dengan demikian, milenialis mampu menciptakan inovasi dengan koridor tidak merusak adat istiadat.

Generasi muda juga sangat berperan memperdalam ilmu dan kembali ke desa dengan  menyampaikan ilmunya untuk masyarakat yang ada di desa. Diharapkan para kaum milenialis bersungguh-sungguh paham tujuan utama pendidikan dan tidak hanya digunakan untuk tujuan pribadi tetapi juga untuk pengabdian kepada masyarakat.

Milenial jelas berperan terhadap berbagai kompetensi di masyarakat. Kendati demikian, mereka semua tetap membutuhkan kerjasama yang baik dengan pemerintah agar jangkauan kreatifitasnya lebih baik dengan modal-modal yang bisa didapat dari berbagai program dana desa. Selain itu, mereka juga masih membutuhkan pembinaan agar dapat bersaing dengan produk local lainnya maupun asing.

Hendaknya milenial juga ikut serta dalam organisasi kemasyarakatan supaya menjadi wadah bagi pemuda untuk menyalurkan ide-ide kreatif secara tepat, tidak menyalahi ajaran agama, serta pengabdian dalam bidang yang lain.

Penulis : Sahrul Ali Sandi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Penulis : Sahrul Ali Sandi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Pemuda juga bisa bergabung dengan aparatur desa setempat agar mampu memperkuat aspek anggaran dala sebuah organisasi dalam membangun desa dengan dana yang diperoleh dari pemerintah desa, atau melalui kegiatan yang didanai oleh negara.

Oleh karena itu, peran milenial sangat penting, di mana tantangan dalam penyelenggaraan pembangunan desa kedepannya adalah mengawasi kebijakan pemerintah di desa dan alur dana pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintahan desa.

Peran pengawasan atau kontrol itu dapat menghindarkan dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Dengan mewujudkan pertumbuhan dan perkembangan desa yang kreatif dan bebas KKN, desa akan menjadi desa mandiri dan bisa bersaing di lokal maupun nasional.

Sebab, tantangan global sudah ada di depan mata, di mana pasar bebas sudah digalakkan, dan komoditas-kommoditas loal dari tiap Negara boleh bersaing tanpa batas.

Kemandirian desa tidak akan terwujud jika peran milenial sebagai penggerak pembangunan dan pelopor kemandirian tidak berjalan dengan baik. Milenial sebagai agen of change dan iron stock hendaknya diproyeksikan mengisi wajah aparat-aparat desa yang baru. Jika para milenial bekerja berdasarkan peran tersebut, maka akan muncul peluang besar terwujudnya desa yang lebih maju dan memiliki daya saing.

Di akhir tulisan ini penulis mengajak para generasi milenial, khususnya mahasiswa untuk melihat potensi yang ada di desa, terlebih di daerah masing masing. Jangan mudah tergiur dengan pekerjaan-pekerjaan yang ada di kota-kota besar karena desa memiliki potensi dan komoditas tersendiri yang mungkin dapat memajukan desa.

Jika semua generasi milenial memiliki pemikiran yang sama, maka bukan tidak mungkin dapat memajukan perekonomian di Indonesia. Pengangguran mungkin terkikis, dan kesejahtaraan masyarakat desa menjadi naik. Ini penting karena kita seagai rakyat Indonesia selalu saja memiliki masalah dengan keduanya; pengangguran dan kemiskinan.

Desa memiliki komoditas-komoditas mulai dari hasil pertanian, hasil laut, hingga pariwisata yang tersebar luas. Kendati demikian, masyarakat desa hampir tidak menikmati seluruhnya karena komoditas-komoditas itu tidak laku dan malah digarap oleh swasta. Mereka kebanyakan hanya berada pada level ekonomi mikro dan tidak berani berinovasi untuk memulai pertumbuhan ekonomi makro.

REKOMENDASI UNTUK ANDA