oleh

Cantik Mengundang Penyakit

Cantik adalah sesuatu yang relatif, tapi hampir semua wanita di dunia ini mendambakan kecantikan, bukan kecantikan hati, melainkan kecantikan fisik. Wajah yang cantik amat sangat didambakan oleh semua wanita, padahal sejatinya setiap wanita adalah cantik. Bahkan kini wanita semakin dimudahkan dengan adanya make up tutorial di Youtube, untuk mempercantik penampilan.

Sepertinya make up saja tidak cukup bagi para wanita, sebagian besar wanita rela mengeluarkan banyak uang demi merubah wajah maupun tubuh agar terlihat cantik. Banyak sekali tren kecantikan yang diminati wanita.

Mulai dari sulam alis, sulam bibir, meluruskan rambut, eyelash extension dan masih banyak lagi.
Namun ternyata beberapa dari tren kecantikan tersebut tidak sepenuhnya aman bagi kesehatan. Beberapa menimbulkan resiko tinggi kesehatan, bisa memicu kanker bahkan menyebabkan kematian. Berikut adalah beberapa tren kecantikan yang membahayakan tubuh.

Suntik Botoks digemari untuk memperbaiki kerutan pada wajah. Botoks merupakan bentuk obat toksin botulinum tipe A, yang dapat melemaskan otot selama beberapa bulan. Racunnya diproduksi oleh Clostridium botulinum, bakteri penyebab botulisme, penyakit langka namun serius. Meski suntikan pada umumnya aman, efek samping dan komplikasi bisa terjadi, termasuk rasa sakit dan memar di tempat suntikan, sakit kepala, mual, dan lemah otot sementara.

Pada 2009, Food and Drug Administration Amerika Serikat (FDA) menyetujui Botoks untuk penggunaan kosmetik namun dengan label peringatan yang menyatakan adanya risiko toksin menyebar ke area lain di tubuh, menyebabkan gejala mirip dengan botulisme, termasuk kesulitan menelan dan bernafas, bahkan kematian. Tapi gejala ini sebagian besar telah dilaporkan pada anak-anak dengan cerebral palsy, yang diobati dengan Botoks karena spasifikasi otot, penggunaan obat yang belum disetujui oleh FDA.

Krim Pemutih menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, beberapa produk kosmetik termasuk krim pemutih kulit mengandung tingkat merkuri yang tinggi. Merkuri digunakan dalam krim pemutih kulit untuk menghambat produksi pigmen melanin pada kulit. Tingginya kadar merkuri juga dapat ditemukan di beberapa produk sabun, lotion, dan produk anti penuaan.

Paparan merkuri dalam tubuh memiliki konsekuensi kesehatan yang serius. Hal ini dapat merusak ginjal dan sistem saraf, serta dapat mengganggu perkembangan otak pada anak-anak yang belum lahir dan anak yang sangat muda.

Eyelash Extension ada berbagai cara untuk membuat bulu mata lebih lebat, panjang, dan lentik. Tak hanya dengan aplikasi maskara atau menggunakan bulu mata palsu, tapi juga eyelash extension atau sambung bulu mata. Metode satu ini dengan singkat membuat bulu mata lebih tebal dari biasanya. Namun, Anda perlu hati-hati jika sering melakukannya.

Ekstensi pada bulu mata memiliki sederet risiko kesehatan. Antara lain timbulnya infeksi dan alergi. Beberapa tempat kecantikan menggunakan formula yang mengandung formaldehida yang pada beberapa orang memicu alergi. Paparan zat kimia pada area mata bisa saja masuk ke dalam kornea yang berisiko menimbulkan iritasi dan infeksi berbahaya.

Efek samping sulam alis dan sulam bibir adalah risiko granuloma atau massa yang terbentuk di dalam jaringan di sekitar penanaman pigmen dan keloid yang lebih sering muncul saat make up permanen dihilangkan. Risiko hepatitis C juga bisa terjadi bila sulam alis atau sulam bibir menggunakan jarum yang tidak steril.

Itulah beberapa bahaya bagi kesehatan yang ditimbulkan oleh tren kecantikan di kalangan wanita masa kini. Jika ingin terlihat cantik hendaknya mempertimbangkan keamanan produk kecantikan terlebih dahulu agar aman digunakan dan tidak menimbulkan efek samping. Dan ingat bahwa semua wanita itu cantik untuk itu bersyukur dan cintai diri anda.

REKOMENDASI UNTUK ANDA