92 Views
oleh

Sehat Lubis Berharap Bisa Jadi PNS

SIDIMPUAN , Bratapos.com – Bekerja sebagai Honor pemungut sampah dari rumah ke rumah di Kota Padangsidimpuan selama 27 tahun, Mansuria Sehat Lubis (48) yang akrab disapa Sehat tetap berharap diangkat jadi pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sehat yang hanya memiliki izajah Sekolah Dasar (SD) memulai pekerjaanya pada 7 Juli 1991, saat itu dia masih lajang. Bekerja memungut sampat dengan peralatan becak grobak kayuh harus dikerjakan dua orang, oleh karena itu dia dibantu oleh adiknya.

Tepat pukul 08:00 WIB, dia mengayuh becak grobaknya mulai dari Jl. Danau Singkarak, Kelurahan Wek V, sembari mengumpulkan sampah di setiap rumah, kemudian ke Jl. Danau Toba hingga ke Gg Bengkel terus ke Jl. Imam Bonjol, Kel. Losung Kec. P.Sidimpuan Selatan hingga ke Gg Dame, lanjut ke Gg Maruli dan Kembali ke Gg Rahmat, Jl. Danau Singkarak.

Setiap grobak penuh dia harus membongkarnya ke tempat sementara yang di sediakan di Jl. SM Raja, tepatnya di lokasi Tanggal. Tidak jarang dia harus membongkar ke lokasi itu sebanyak 6 hingga 7 kali perharinya.

Tahun pertama hingga 1999 dia bersama adiknya menerima honor Rp 35.000 perbulannya (Rp 17.500 per orang). Kemudian semenjak dia menikah posisi adiknya yang sudah mendapat pekerjaan tetap digantikan oleh istrinya.

Sejak pertengahan 1999 hingga 2006 dia bersama istrinya mendapat gaji Rp 275.000 per bulan (Rp 137.500 per orang) dan pada 2007 hingga 2010 Rp 850.000.

Pada 2010 becak grobak kayuh diganti dengan becak grobak bermotor (Kaisar) dan memproleh pertambahan gaji menjadi Rp 1.200.000, tetap untuk dua orang ditambah uang makan Rp 10.000 per hari.

Katanya selama 27 itu dia tidak pernah cuti kecuali saat sakit. Libur kerja hanya saat lebaran Idul Fitri dan Hari Raya Haji.

Meski telah memperoleh rata rata Rp 1.500.000 per bulan, namun kata Sehat jumlah tersebut masih sangat jauh bila dikatakan cukup, karena selain untuk membiayai 7 orang anaknya dia juga harus membayar sewa rumah tiap bulan.

Yang menjadi pemikiran utama baginya, kata Sehat, mengumpulkan sampah yang ia lakoni membutuhkan tenaga yang tidak sedikit, maka setelah dia dan istrinya lanjut usia, maka bukan tidak mungkin pekerjaan itu tidak mampu lagi mereka laksanakan.

Untuk itu, dia berharap agar Pemerintah Kota Padangsidimpuan memperhatikan nasib pekerja kebersihan yang sudah mengabdi bertahun tahun.

Dia berharap agar Walikota P.Sidimpuan dapat mengusulkannya ke Pemerintah Pusat agar diangkat menjadi PNS dan memperoleh gaji setelah pensiun.

Katanya pada 2005 lalu dia sudah mengikuti seleksi untuk diangkat menjadi PNS dengan melengkapi data yang dibutuhkan. Namun dirinya belum beruntung, padahal 2 orang temannya yang juga hanya memiliki izajah SD lulus menjadi PNS.

“Pekerjaan yang ku tahu hanya mengumpulkan dan mengangkut sampah, bagaiman kelak bila aku sudah tidak mampu lagi,” ujar Sehat berharap.

Reporter : Iwansumadi

Editor : zai