oleh

Terdakwa Kecanduan Narkoba Harus Diputus Rehab

-Terbaru-1.214 views

Surabaya , Bratapos.com – Sidang perkara narkoba yang mendudukan terdakwa Rasulan bin Ismail, Sidang kali ini beragendakan pemeriksaan terdakwa, sayangnya tetdakwa linglung saat diperiksa oleh Majelis hakim pimpinan R. Anton Widyopriyono di Pengadilan Negeri Surabaya.

Ada beberapa pertanyaan hakim tetapi terdakwa banyak Bengongnya , hingga hakim mengatakan “Kamu ini kok gak nyambung kalau ditanya”.Kata hakim ketua R. Anton yang menayakan kondisi terdakwa. “Ada Assesment tidak, [assesment itu] bisa meringankan kamu.”imbuhnya.

IMG-20190628-WA0190

Menimpali pertanyaan hakim, terdakwa Rasulan menampakkan gestur tubuh seperti orang yang tidak mengerti dengan pertanyaan hakim. “Kamu sudah berapa lama ditahan, bagaimana rasanya selama kamu tidak memakai sabu.” Tanya hakim Anton lagi. Rasulan menjawab bahwa dia sudah ditahan selama 4 bulan. Selama itu pula, ia mengaku merasakan sakit luar biasa karena tidak mengkonsumsi sabu. “Sakit semua badan saya pak.”timpal Rasulan. Di-akui Rasulan, dia mengkonsumsi Sabu sudah 4 ahun lamanya, sejak tahun 2015. Untuk satu bulan, dia mengaku memakai atau mengkonsumsi sabu antara 3 sampai 4 kali. Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai kuli bangunan itupun blak-blakan pada Majelis hakim, bahwa dia ketagihan dengan sabu. “Biar kuat, badan saya sakit [kalau tidak pakai sabu]”.kata dia. Mendengar pengakuan terdakwa dipersidangan, Kuasa hukum Rasulan, Charlie Hasiholan Panjaitan menyatakan. Kliennya seharusnya direhabilitasi di Rumah sakit. Mengingat kondisi terdakwa yang betul-betul membutuhkan perawatan medis. “Harus direhabilitasi di rumah sakit, mengingat kondisi terdakwa dalam fakta sidang terdakwa dalam keadaan sakit. Atau kecanduan berat.” Kata Charlie Hasiholan, sekaligus pengurus yayasan Plato Indonesia itu berharap, setelah terdakwa di rehab dirumah sakit. Pihaknya bakal membantu memulihkan keadaan terdakwa hingga stabil dengan dibina di yayasan miliknya, yang memang khusus menangani para pecandu narkoba. Selain itu, Charlie juga berharap, Jaksa Penuntut Umum (JPU) nantinya menjatuhkan tuntutan yang seringan-ringannya kepada terdakwa. “Menuntut dengan seadil adilnya, dan hakim memutuskan dengan seringan-ringannya.”paparnya

Perlu diketahui terdakwa Rasulan di dakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ugik Rusmantyo dari Kejari Tanjung Perak, Surabaya, menggunakan pasal 112 ayat 1 UU RI Nomer 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Rasulan ditangkap petugas Kepolisian Sektor Dukuh Pakis, pada 4 Februari 2019 di Jalan Dupak Masjid, Surabaya. Tepatnya di depan Gang XI (9). Polisi berhasil mengamankan sebuah pipet bekas pakai yang didalamnya terdapat sisa sabu seberat 0,003 Gram.

Rasulan mengaku, bekas pipet itu digunakannya untuk konsumsi sabu 4 hari yang lalu sebelum dia ditangkap polisi. “Habis pakai Empat hari [lalu], sebelum ditangkap.”paparnya. Pengakuan Rasulan itu sesuai dengan hasil tes Urine [Labfor] yang dilakukan oleh kepolisian, yang pada intinya terdakwa positif telah menggunakan sabu.

Reporter : bnd / rh

Editor : dr

REKOMENDASI UNTUK ANDA