oleh

Stop Parkir Kendaraan dan Berdagang Diatas Trotoar

-Terbaru-1.064 views

Sebelum memasuki pembahasan ini mari kita memikirkan ulang apa itu Trotoar? banyak yang mengetahui trotoar adalah tempat untuk para pejalan kaki atau menurut Wikipedia adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan  pejalan kaki.

Namun faktanya trotoar tidak untuk para pejalan kaki namun malah untuk lahan parkir kendaraan, Tempat pedangan kaki lima (PKL) dan bahkan jalur alternatif ketika macet. Apakah trotoar masih bisa disebut untuk tempat lalu lintas pejalan kaki?

Namun bagaimana jadinya bila banyak orang yang kurang sadar akan fungsi trotoar dan malah menggunakan trotoar sebagai keegoisan dan kepentingan individu?kita sebagai pejalan kaki merasa tidak nyaman untuk mengunakan trotoar lagi.

Macet selalu menjadi alasan agar pengendara motor dapat menggunakan trotoar sebagai jalan pintas mereka agar lebih cepat,namun apakah pejalan kaki merasa senang?,mereka malah hanya bisa berkeluh kesah dan juga meratapi jalan yang biasa mereka gunakan diambil alih oleh pengendara motor dan pedagang kaki lima.

Banyak para pejalan kaki yang selalu berkeluh kesah tentang trotoar yang biasa mereka gunakan untuk berjalan kaki sekarang mulai digunakan sebagai tempat parkir kendaraan roda dua dan tempat pedagang kaki lima,tak hanya itu hak mereka sebagai pejalan kaki juga tak dianggap, dan sehingga menyebabkan kepadatan lalu lintas atau macet, sehingga sekarang pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan pasal 45 ayat (1), yang berbunyi:“Trotoar merupakan salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan di antara fasilitas-fasilitas lainnya seperti: lajur sepeda, tempat penyeberangan pejalan kaki, halte, dan fasilitas khusus bagi penyandang cacat dan manusia usia lanjut.”

Tapi masih banyak para pengendara roda dua yang memparkirkan kendaraan mereka ditrotoar dan masih saja tetap ada pedagang yang berjualan ditrotoar,Namun pemerintah tidak tinggal diam melihat keadaan tersebut sehingga menurunkan Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk menindak tegas para pengendara motor yang masih memparkirkan kendaraan mereka, dan pedagang yang masih berjualan ditrotoar.dengan cara mengempesi(mengurangi angin) ban kendaraan dan memberi sanksi para pedagang tersebut agar mendapat efek jerah atau kapok untuk si pemilik kendaraan motor dan pedagang tersebut.

Yuanita Agustina Setiadi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Prodi Ilmu Komunikasi
Yuanita Agustina Setiadi
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Prodi Ilmu Komunikasi

Namun bukannya kapok para pengguna kendaraan itu tetap kembali memparkirkan kendaraan mereka dan masih berjualan ditrotoar,sehingga Dinas Perhubungan menangkut kendaraan dan dagangan mereka ke Dinas Perhubungan untuk tindak lanjuti.

Kenapa harus trotoar yang digunakan untuk tempat parkir dan tempat berjualan?,karna kurangnya lahan parkir di kota-kota padat penduduk ini seperti diJakarta, Sidoarjo dan kota-kota padat penduduk lainya, kebijakan pemerintahlah yang dibutuhkan dengan cara menambah lahan parkir dan area berjualan dibeberapa tempat, agar trotoar tidak menjadi sasaran sebagai tempat parkir dan berjualan pedagang kaki lima.

Jujur saja saya sebagai pejalan kaki juga merasakan apa yang pejalan kaki rasakan bila jalan atau trotoar mereka diambil dan digunakan bukan semestinya.Dan fungsi trotoar juga ditegas dan dijelaskan pada Pasal 34 Ayat (4) PP Jalan yang berbunyi : “Trotoar sebagaimana dimaksud pada ayat (3) hanya diperuntukan bagi lalu lintas pejalan kaki”, Jadi sebagaimana telah dijelaskan bahwa trotoar hanya untuk para pejalan kaki dan bukan untuk tempat parkir ataupun tempat berjualan.

Walaupun pejalan kaki tidak terlalu banyak bukan berarti trotoar dapat digunakan seenaknya dan tidak memikirkan hak para pejalan kaki.dan saya telah mendapatkan point-point opini dari beberapa orang tentang penyalagunaan trotoar yang sebagai berikut.

“Kurangnya kesadaran substasial tentang apa itu fungsi trotoar dan kedua adalah penerapan sanksi tegas juga belum intens dijalankan”,“kurangnya sosialisasi tentang penggunaan trotoar untuk para pejalan kaki”,“harus ada sanksi tegas untuk para pelanggar”dan“kalau bisa trotoar itu diberi pelindung agar para pengendara motor tidak seenaknya”.

Setelah saya membaca beberapa artikel tentang trotoar dan kemacetan Indonesia masuk dalam daftar negara dengan lalu lintas terparah di dunia versi aplikasi lalu lintas,(Aplikasi Waze).

Saya juga binggung kenapa harus trotoar?,kenapa tidak ditempat lain selain trotoar?apakah sesempit itu ruas jalanan sehingga trotoar dipergunakan untuk tempat parkir dan juga berdagang?.semua kembali kepada diri kita masing-masing untuk memperbaiki semuanya,mulai dari diri kita masing-masing untuk tidak egois dalam menggunakan trotoar dan ruas jalan lainya.

Akibat kurang sabarnya para pengendara motor dalam menghadapi kemacetan merekapu menggambil alternatif melewati trotoar.Lalu jika ada pejalan kaki yang tertabrak akibat pengendara motor yang melewati trotoar, apakah kalian menyalakan mereka para pejalan kaki?padahal mereka sudah jalan ditempat yang seharusnya mereka lewati yaitu ditrotoar.

Jika ingin Indonesia Makmur kita sebagai warganya tidak boleh seenaknya dalam mengunakan fasilitas umum yang telah disediakan oleh presiden dan pemerintah,dan jika ingin Indonesia tidak terlalu macet mari budayakan berjalan kaki agar trotoar tidak lagi sepi dan agar tidak digunakan oleh para pengendara motor sebagai jalan alternatif mereka dalam menghindari kemacetan.

Tegur dan ingatkan mereka agar mereka tahu bahwa mereka telah melewati jalan yang salah dan tidak seharusnya mereka lewati. Tunjukan pada negara lain bahwa Indonesia bukan negara yang tak patuh akan aturan,namun negara yang patuh dan tertib pada aturan yang telah diberikan oleh presien dan pemerintah.*

REKOMENDASI UNTUK ANDA