oleh

Gadget Bikin Candu,  Otak Anak Dirusak Konten Pornografi

-Terbaru-1.127 views

Di era modern ini semakin berkembangnya teknologi, semakin cepat masyarakat menanggapi. Halnya dengan banyak permainan-permainan di dalam gadget dalam bentuk online. Kini anak-anak seumur biji jagung pun tidak mau ketinggalan zaman, tidak kalah dengan orang dewasa. Berlomba-lomba ingin memiliki gadget. Apabila ditanya ingin memiliki gadget untuk apa? Maka jawaban pertama adalah untuk bermain, atau untuk bermain game-game baru yang update.

Yang seharusnya anak kecil dikenalkan dengan permainan di lapangan terbuka untuk lebih mengenal permainan yang sewajarnya dimainkan oleh anak seusianya. Kini bermain layang-layang, kelereng, loncat tali, dan benteng-bentengan pun hampir punah. Terlebih anak yang tinggal di perkotaan, sudah jarang terdengar, maupun terlihat.

Dari banyak orang tua yang masih tidak memahami apa itu gadget, tapi banyak dari mereka bangga dengan anak yang semakin tahu perkembangan masa kini. Anak semakin pintar mengenal teknologi sekarang dan cepat tanggap. Disisi lain orang tua kurang memberi pengawasan terhadap anak yang sedang asik bermain gadget. Sebab akan berdampak buruk bagi anak itu sendiri apabila kecanduan bermain gadget.

Adapun di dalam game online tersebut , terdapat gambar-gambar kartun itu terlihat vulgar, dengan memakai pakaian yang terbuka khususnya gambar wanita. Meskipun itu hanya berbentuk kartun, namun dapat mengakibatkan gangguan psikologis bagi anak. Tidak sepantasnya anak kecil diperkenalkan dengan hal seperti itu.

Selain bermain online, anak cenderung memiliki rasa ambisius yang tinggi. Dikupaslah isi dalam gadget itu, dan akhirnya mengenal aplikasi seperti youtube. Dengan konten yang seru dan lucu sangat membuat penasaran. Akan tetapi anak yang jauh dari pengawasan orang tua, anak akan lepas dan bebas menggunakan gadget.

Didalam youtbe, orang dengan bebas mengexplore ide-idenya untuk mereka upload. Kini masih banyak tayangan-tayangan yang tidak wajar. Apabila dilihat oleh anak kecil akan berakibat buruk dan sangat mengganggu psikologis otak anak, mengakibatkan anak dapat trauma dengan tayangan tidak wajar tersebut.

Penulis : Chumairo Prodi Ilmu Komunikasi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Penulis : Chumairo Prodi Ilmu Komunikasi
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Masih banyak lainnya, ketika kita mencari artikel, ataupun pengetahuan di internet, terdapat iklan yang tidak pantas dilihat sering terlintas terletak di dalam web. Terkadang langsung muncul, maupun terletak di bawah dan disamping badan web atau blog. Gambar berbentuk kartun ataupun bentuk gift yang tidak pantas ditayangkan, kini masih sering muncul.

Ada saja orang yang tak bertanggung  jawab untuk merusak pikiran dan moral anak. Baru-baru ini terdapat kasus anak di bawah umur menyaksikan adegan dewasa di Kabupaten Tasikmalaya, pelakunya adalah pasangan suami-istri. Mirisnya adegan itu tidak hanya ditonton, melainkan dijadikan teori untuk praktik.

 “Sejumlah bocah lelaki di Kabupaten Tasikmalaya dipertontonkan aktivitas cabul suami-istri tersebut. Mereka menyaksikan langsung hubungan seks di dalam kamar. Penonton mengaku membayar denga uang, kopim hingga rokok” (Dony Indra R-detik news).

Pada usia tersebut anak sedang produktif dalam menerima informasi. Sehingga terjadi proses pada otak anak sangat cepat dan terjadi proses adiksi sehingga ketergantungan untuk menonton lagi. Dampak dari kejadian tersebut hal itu bisa mempengaruhi psikologis anak seperti munculnya rasa takut, panik, rasa keji, rasa ingin tahu, rasa bersalah, dan perasaan lainnya. Selain itu, anak akan berpotensi untuk melihat orang lain sebagai objek pemuas dari pada melihat secara kecerdasan.

Hal itu juga bisa membuat anak menjadi gelisah karena bingung untuk memikirkan atau menghindari pemikiran tentang seks. Anak yang melihat adegan seksual juga bisa merasakan rasa malu yang sangat besar. Atas sesuatu yang sulit dipahami atau dikendalikan. Secara hal itu juga bisa mempengaruhi tingkat kontrol anak terhadap dirinya, hingga bisa membuat anak melakukan tindak pidana pemerkosaan di hari kemudian.

Selain itu anak akan sulit dikendalikan, dengan tingkat emosi yang semakin meningkat, dan juga bisa menyebabkan anak sulit diatur. Disamping itu anak juga memiliki rasa trauma terhadap apa yang sudah terjadi dan akan sulit dihilangkan.

Bagi orang tua harus memperhatikan lebih kepada anak. Karena orang tua menjadi peran penting untuk anak dengan mencotohkan, mengatur dan menasehati anak secara baik, anak akan lebi penurut. Memberi batasan- batasan untuk bermain gadget.

Boleh saja mengenalkan gadget pada anak, dengan memberikan pengarahan dengan baik dan benar. Dapat juga mengunci aplikasi-aplikasi pada gadget yang tidak diperuntukkan untuk anak-anak, sehingga anak tidak dapat mengakses sendiri apabila orang tua sedang tidak bersamanya.

Ada ruang tersendiri untuk aplikasi anak, itu jauh lebih menguntungkan. Baik bermain maupun menonton televisi, jangan dibiarkan anak menonton sinetron alangkah baiknya diberi film anak-anak yang dapat memberi motivasi ataupun dapat dicontohkan untuk belajar. Lebih memperhatikan pergaulannya, dengan siapa anak bergaul, apakah dengan teman yang sepadan.

Karena pergaulan juga mempengaruhi perilaku, cara berbicara, dan sifat anak. Akan lebih baik dijadwalkan untuk kegiatan yang menguntungkan seperti kursus bakat dengan bidang yang diminatinya. Jauh lebih menguntungkan dari pada banyak bermain.

REKOMENDASI UNTUK ANDA