oleh

Demokrasi Didesaku

Aktualisasi dari sebuah sistem demokrasi adalah pemilu. Di tingkat daerah (Desa) pemilu biasa disebut dengan pilkades. Pilkades merupakan penerjemahan dari kebijakan publik yang diterapkan melalui visi dan misi para kandidat.

Faktanya kendala yang terjadi dalam masyarakat sosial kita adalah terdapat jarak (jauh panggang dari api) antara janji-janji politik para kandidat semasa kampanye dengan realisasi kebijkan publik saat menjabat. Sehingga apa yang dikatakan oleh Kliengmann dalam bukunya yang berjudul Partai, Kebijakan, dan Demokrasi “wajar bila janji politik selama ini hanya menjadi pemanis bibir saja, tanpa pernah menjadi sebuah perjuangan politik yang sesungguhnya”.

Akhirnya masyarakat kita jengah dengan sistem demokrasi dan pemilu kita yang hanya dijadikan momen untuk meraup untung yang sebesar-besarnya. Tanpa adanya sebuah program gagasan dan inovasi yang diwujudkan langsung lewat kebijakan dan berdampak pada civil society (kelompok masyarakat) kita, sehingga masyarakat kita akan bergumam “sing penting oleh teko kanan-keri”.

Kenyataan diatas adalah pelajaran dan sekaligus tamparan bagi masyarakat kita untuk melihat lbih jauh realitas dan kondisi sekarang. Jatuh bangunya sebuah kebijakan/program publik yang ada di masyarakat kita banyak diwarnai oleh tawar-menawar “politik ini dan disini”. (Penulis D & G)

REKOMENDASI UNTUK ANDA