oleh

Bahaya Cabai Bubuk Bagi Kesehatan

-Terbaru-6.396 views

Hai ayah dan bunda, kali ini saya mau membahas masalah cabai bubuk. Bukan membahas tingkat kepedasanya, di sini aku mau mau membahas tentang keamanan mengonsumsi cabai bubuk. Langsung ke topiknya aja ya. Sebagian orang memilih cabai bubuk untuk menambah rasa pedas ke makanannya karena cabai bubuk lebih praktis. Apalagi orang yang menyukai pedas, sudah pasti kan cabe bubuknya banyak sekali, bisa-bisa melebihi takaran untuk makanan. Seiring berjalannya waktu, para pecinta cabai bubuk ini dari kalangan pria dan wanita, baik berusia muda maupun tua. Namun, yang menjadi pertanyaannya disini , “Apakah mengonsumsi cabai bubuk berpengaruh pada kesehatan..?”

Seiring dengan meningkatnya teknologi pengolahan pangan, khususnya di Indonesia, maka akhirnya diketahui bahwa sebagian besar bumbu tabur mengandung zat tambahan untuk meningkatkan rasa makanan menjadi lebih lezat. Cabai bubuk merupakan salah satu jenis bumbu tabur. Jadi bisa disimpulkan bahwa cabai bubuk mengandung salah satu zat tambahan yaitu MSG atau monosodium glutamat. Meskipun Badan Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM ) mengklasifikasikan MSG sebagai bahan makanan aman, penggunaan zat aditif ini tetaplah kontrovesial, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. MSG dapat memicu timbulnya gejala kulit kemerahan, tekanan atau kencang pada wajah, berkeringat, mati rasa atau rasa terbakar dibagian tubuh tertentu, detak jantung yang cepat, nyeri dada, sakit kepala, dan mual. Tidak jarang pula pengunaan MSG menyebabkan peradangan pada tenggorokan yang memicu terjadinya radang tenggorokan ( firingitis )

Yang lebih memicu kesehatan ialah lebih menuju kepada anak – anak, karena hampir setiap hari mayoritas anak–anak makan makanan yang mengandung cabai bubuk di lingkungan sekolah, hampir setiap tahunnya kasus korban bahaya Cabai Bubuk telah menelan 38 korban jiwa, karena cabai bubuk tersebut sebelum di olah, pembuat terlebih dahulu menyimpan cabai tersebut diruang yang kurang steril, bahkan cabai tersebut telat di kotori tikus dan kecoa, namun cabai tersebut langsung digiling dan tidak dicuci sebelumnya.

Jika anak–anak kita sering mengkonsumsi makanan disekolah yang mengandung cabai yang berbubuk, anak tersebut rentan terhadap penyakit Difteri, Difteri umumnya memiliki masa rentang waktu sejak bakteri masuk kedalam tubuh sampai 2 hingga 7 hari, gejalah penyakit tersebut meliputi :

  • Deman dan menggigil
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek yang pertama – tama yaitu cair, dan lama kelamaan mejadi lender yang kental

Dan dampak – dampak lain dari cabai bubuk ialah :

  • Asam lambung yang menikngkat, dapat mencederai dinding lambung yang memicu asam lambung yang tinggi secara cepat.
  • Penyakit Maag, cabai bubuk lebih panas dibandingkan cabai alami, cabai bubuk rentan terkena sakit maag karena lambung panas dan menjadi luka.
  • Kehilangan nafsunya makan, jika setiap hari anak – anak memakan cabai bubuk, anak tersebut rentan kehilangan nafsu makan, karena cabai bubuk menyebab nafsu makan anak berkurang.
  • Gangguan ronnga mulut, memakan cabe bubuk berlebihan akan terlihat sakit di rongga mulut yaitu merusak mukosa bagian rongga mulut yang menyebabkan sariawan atau luka nyeri
  • Gangguan pada hati dan usus besar, cabe bubuk mampu merusak dinding hati dan usus besar jika dikonsumsi setiap hari dan berlebihan, cabai bubuk bersifat lebih panas dan menyerang usus besar dan menyebabkan kesulitan buang air besar
  • Wajah mudah berjerawat, Zat alkaloid dan capsaicin pada cabe dapat meningkatkan produksi minyak di pori – pori sehingga debu lebih mudah menempel pada wajah dan menyebabkan terbentuknya jerawat.
  • Mengganggu siklus haid, wanita yang sedang haid sebaiknya hindari makanan yang mengandung cabai bubuk, karena cabai bubuk mempunyai efek panas yang dapat mengganggu siklus haid menjadi tidak lancer.

Bagi ayah dan bunda harus lebih berhati – hati jika anak disekolah membeli makanan yang sembarangan, usahakan selalu dikontrol makanan anak disekolah, karena jika kita tidak memperhatikan jajanan anak disekolah, anak akan membeli semua makanan yang ada di sekolah antara makanan yang baik dan makanan yang kurang sehat, anak tidak tahu bahwa makanan yang mengandung cabai bubuk tersebut berbahaya, memang harga cabai bubuk lebih murah jika dibandingkan para penjual makanan yang membuat cabai buatan sendiri, karena cabai bubuk berharga relative murah namun berbahaya, maka cabai tersebut dijual kepada lingkungan anak – anak yang masih dibawah umur dan tidak mengetahui makanan berbahaya, seperti makanan ringan yang olahan sendiri oleh penjual, hampir semua makanan yang diberi cabai bubuk sangat beresiko terhadap lambung dan usus kita, apalagi untuk bunda – bunda yang sedang hamil, sangat bahaya bagi kandungan bila dikonsumsi.

Saya sarankan bagi ayah dan bunda, jika dilingkungan anak banyak penjual makanan yang mengandung cabai bubuk dan minyak yang berlebihan, sebaiknya ayah dan bunda membawakan bekal makanan dari rumah agar anak tidak membeli makanan dilingkungan sekolah, karena daya imunitas anak masih dibawah normal dan sangat mudah terserang penyakit, seperti demam dan pilek, bisa jadi karena pola makanan anak di lingkungan sekolah dikonsumsi secara berlebih, sedangkan penjual makanan – makanan yang berbahaya tidak memperlihatkan cara mereka mengolah makanan tersebut di umum, jadi kita sebagai orang tua tidak tahu apa saja komposisi yang diolahnya, agar lebih amannya anak – anak bisa dibekalkan makanan dari rumah, karena jumlah korban di Jakarta karena cabai bubuk berdasarkan penelusuran, ada 600 anak terjangkit difteri dan 38 anak telah meninggal dunia, informasi tersebut telah dikemukakan oleh Pengurus Ikatan Dokter Indonesia, kita sebagai orang tua harus lebih memperhatikan lagi kepada anak – anak dilingkungan sekolah.

REKOMENDASI UNTUK ANDA