oleh

Rekayasa Kasus Di Wilayah Polres Labuhan Batu Menciderai Supremasi Hukum Indonesia

SUMUT, Bratapos.com – Polsek Panai Tengah diduga kuat di intervensi oknum manajer PTPN IV berinisial “EH” dalam mengungkap kasus pencurian pasal 363 KUHP yang menimpa Erikson Sormin yang beralamat di dusun II Cinta Makmur, Desa Cinta Makmur, Kecamatan Panai Hulu.Sebagai karyawan Pelaksana dikebun PTPN IV Unit Usaha Ajamu, Labuhan Batu.

Berdasarakan Surat Panggilan nomor Pol : Spgl/16/II/2019/Reskrim pada 22 Febuari 2019.

Adapun asal mula kasusnya berawal pada pengajuan Proposal Dana Corporate Social Responsibility (CSR)oleh Kepala Desa teluk sentosa Afifudin dengan nomor 470/407/Pem-TS/XI/2016 tertanggal 10 November 2016,tentang permohonan pembangunan jembatan dan bronjongan. Karena direalisasikan oleh pihak PTPN IV bukan berbentuk dana melainkan besi rongsokan yang telah kropos.Besi rel jembatan yang diberikan PTPN IV ke Afifudin telah usang dan kropos.

Pada list harga kumpulan aset perusahaan PTPN IV, besi R9 dan R25 per meternya sudah menyentuh penyusutan harga hingga titik nominal 1rupiah.Besi R9 berarti 1 meter beratnya 9 kg, kalau dikalikan total besi yang diterima kepala desa teluk sentosa 20 potong dikali 27 kg dikali 1 rupiah makan desa teluk sentosa hanya mendapatkan dana CSR sebesar Rp 540,-.

Sungguh miris dana CSR tidak sampai Rp.600,- dari perusahaan berskala besar seperti PTPN IV yang membanggakan dirinya memberikan dana CSR milyaran rupiah. KEMANA SAJA CSR PTPN IV?

Menurut pengacara Otto Benjamin Siregar yang mendampingi Erikson Sormin,”pihak perusahaan merekayasa kasus dengan dalil pencurian,  kerugian perusahaan yang dilaporkan ke polsek panai tengah Rp. 2,7 juta.padahal fakta yang sebenarnya tidak demikian. “ungkap Otto.

” setiap perusahaan mengalami penyusutan passiva dan aktiva yaitu asset tak bergerak dan asset bergerak, dari pemilik besi (kepala desa teluk sentosa) saja sudah mengizinkan untuk digunakan kenapa pihak PTPN IV yang telah melepaskan haknya atas besi tersebut yang melaporkan pencurian, hal senada sudah diterangkan di BAP kepolisian namun pihak penyidik tidak mau mendengarkan keterangan Erikson Sormin. “Terang Otto.

Kanit penyidik polsek panai tengah saat dikonfirmasi  bratapos beliau tidak mampu menerangkan hal ini, dan berkilah itu urusan kapolsek dan berkasnya pun sudah dilimpahkan kepada kejaksaan.

Kapolsek dan kapolres pun sudah di hubungi oleh bratapos namun tidak ada tanggapan sampai berita ini diterbitkan.

Reporter              : HANDRIANTO

Editor                  : Dr

Publisher             : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA