oleh

Meski Telah Rampung, Kios Pasar Palembayan Belum Bisa Ditempati Pedagang

Agam – Sumbar , Bratapos com – Pembanggunan kios baru oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dengan Pemeritahan Daerah Kabupaten Agam provinsi Sumatara Barat ‘ melalalui Dana Alokasi Khusus Pemerintahan Bidang Pasar Tahun 2018, Pembanggunan ini diakibat tahun yang lalu kebakaran sebanyak 28 unit kios di Pasar Palembayan, Nagari Ampek Koto Palembayan, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, hangus terbakar, Minggu (18/2) sekitar pukul 04:05 WIB lalu.

Untuk melokasikan pedagang pemerintahan setempat membanggun Kios darurat mengatasi masyarakat pedagang sementara berjualan di pasar Palembayan, aktivitas perdagangan bukan hanya hampir memakan bahu jalan tetapi juga memenuhi badan jalan. Setiap hari pasar di Palembayan (Hari Sabtu) dipadati kemacetan tidak dapat terelakkan karna bahu jalan terpakai untuk kios sementara dan lahan pakir sepeda motor dan mobil Pedagang, masyarakat yang pergi berbelanja ke pasar. Sangat di sayangkan lagi, Tempat pembuanggan sampah-sampah pasar tak terhindarkan karna Tong sampah yang sudah di sediakan sampai saat ini belum bisa di pergunakan tempat pembuanggan.

IMG-20190623-WA0069

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dengan Pemeritahan Daerah Kabupaten Agam melalalui Dana Alokasi Khusus sudah membangun kios-kios pengganti untuk pasar yang yang terbakar. Letak pembanggunan kios baru masih di tempat yang lama.

Pembangunan kios telah selesai kurang lebih 6 bulan yang lalu, namun sampai saat ini belum juga bisa dihuni oleh pedagang. Pedagang Pasar Palembayan sangat berharap bisa untuk segera menempati tempat yang sudah disediakan, tetapi usulan dianggap angin lalu.

Aktivitas perdagangan di Pasar Palembayan di hari pekan (Hari Sabtu) di lihat semangkin ramai pegunjungnya dengan penuhnya beberapa pengendara pakir di bahu jalan dan di halaman perkantoran pemerintahan setempat.

Alasan pedagang cukup kuat untuk segera pindah, bukan hanya harga kios yang menurut mereka terlalu tinggi tetapi mereka sampai saat ini pun masih membayar berbagai macam retribusi kepada petugas. Selain itu mereka juga masih membayar aneka pungutan dari pihak-pihak keamanan pasar, walaupun tidak pernah tahu dari unsur mana mereka berasal. Dua alasan terakhir tentu menjadikan mereka merasa untuk beranjak ke tempat yang baru.

Pedagang pasar yang direlokasi tidak lagi harus menderita kerugian sia-sia dan berurai air mata. Sementara kios baru yang menjadi tempat mereka mengais nafkah pun akan tumbuh sesuai dengan harapan, nyaman bagi konsumen dan menguntungkan pedagang.

“Kita masih bisa makan ikan, Jengkol, daging dan rangkaian seafood lainnya yang bisa dijumpai di setiap kios atau pasar. Meskipun terkadang banyak pemandangan yang tidak mengenakkan saat di pasar”.

Kita kadang sering lupa, demokrasi adalah sejenis pasar pula.

Ujar Aktivis Pemuda Palembayan (HK) “kepada awak media bratapos com’

Hingga brita ini naik tayang kekantor ” Redaksi brata pos ” awak media ini pun sudah mencoba mengubunggi intansi terkait’ melalauai whSApp, namun ironisnya awak media ini ” belum medapat jawaban”

Reporter : Zaherman

Editor : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA