by

BENDUNGAN CILIMAN TAK TERAWAT SAMPAI TANGGUL JEBOL KURANG PERHATIAN PEMERINTAH

PANDEGLANG , BrataPos.com – Saluran irigasi Ciliman merupakan objek fital yang sangat penting bagi para petani untuk wilayah Pandeglang Selatan yang luasnya hampir 5300 hektar yang meliputi wilayah enam Kecamatan diantaranya Kecamatan Banjarsari Sari, Munjul, Angsana, Suka Resmi, Panimbang serta Sobang.

Irigasi ciliman dibangun pada tahun 1982 saluran tersebut dengan panjang 60 kilometer, tepatnya di Desa Citepus Kecamatan Banjarsari melalui anggaran pemerintah pusat (APBN)

Semenjak dibangun sampai saat ini saluran irigasi Ciliman minim pengoperasiannya.

IMG-20190623-WA0270

” Sehingga para petani merasa kecewa terhadap Dinas Pengairan irigasi seakan akan mati tidak beroperasi,” ungkap petani yang tidak mau menyebutkan namanya

Hal senada disampaikan H Jumena Kepala Desa Bojen kepada wartawan Brata Pos, bahwa saluran irigasi Ciliman belum ada manfaatnya bagi petani apa lagi sekarang musim kemarau disaat padi membutuhkan air.

Masih H Jumena dari dulu hingga sekarang pesawahan di wilayahnya masih mengandalkan tadah hujan sebagai berikut saluran irigasi tidak berpungsi selaku Kepala Desa.

” Ia berharap kepada pemerintah pusat khususnya kementerian menugaskan Dinas/ Instansi terkait untuk segera mengoperasikan saluran irigasi berfungsi sehingga mempercepat laju perekonomian dengan pesat mengingat Pandeglang selatan sebagai lumbung padi & sayuran,” tuturnya.

Kepala Desa Bojen disaat memberikan informasi ada beberapa titik tanggul jebol dengan panjang 25 meter tepat diKampung Pematang Pacet.

Awalnya Kepala Desa Bojen berinisiatif untuk memperbaiki dikerjakan gotong royong bersama masyarakat apabila Dinas Pengairan tidak membenahi

Atas peran serta Kepala Desa Bojen yakni H Jumena sehingga para Kepala Desa yang ada di beberapa Kecamatan lainnya termasuk Kepala Desa Gombong Mamad S.Pdi Kepala Desa Mekar Jaya Bahuddin SH, Kepala Desa Teluk Lada H Juned serta Kepala Desa Perdana H Ade memberikan spirit untuk Kepala Desa Bojen H Jumena.

Tidak cukup dengan keterangan tentang mandegnya irigasi Ciliman wartawan Brata Pos, mengkonfirmasi kepada mantan honorer Mantri Air di Wilayah Panimbang Bahrudin membenarkan bahwa saluran irigasi ciliman beroperasi hanya 10% saja.

Dengan tidak berjalannya saluran tersebut Bahrudin mengatakan Ia mengira ada kejanggalan dari Dinas Pengairan.

” Yang disebabkan ada mungkin segi S.O.P dari balai besar atau ketidakmampuan dinas kabupaten dalam mengelola irigasi,” katanya.

Selagi aktif sebagai tenaga honorer dengan gaji 250 perbulan, Bahrudin mengusulkan ke Dinas Pengairan untuk menempatkan orang yang profesional.

” Serta siap kerja di lapangan namun usulan tersebut tak ada respons dari Dinas Provinsi maupun Kabupaten,” ucapnya dengan nada prihatin

Sementara ini dinilai saluran irigasi Ciliman hanya di jadikan sebagai ajang objek bisnis bagi yang berkepentingan sedangkan kebutuhan air bagi para petani tidak diperhatikan difikirkan,” ungkapnya.

Bahrudin menerangkan hampir setiap tahun mengalokasikan dana perbaikan maupun perawatan tetapi dalam perbaikan.

” Hanya yang ringan sementara rusak parah di tinggalkan gelontoran biaya pemerintah begitu besar dengan nilai ratusan juta hingga miliaran tetapi pakta tak sebesar harapan para petani,” tandasnya.

Reporter :  Iman Suparman / tim

Editor : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA