oleh

Halal Bihalal PG Asembagus, Pererat Silaturrahim Dengan Petani Tebu

SITUBONDO, BrataPos.com – Sebagai mitra yang baik antara PG Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur dengan patani tebu, sudah sepatutnya tali silaturrahmi terjalin dengan baik. Guna hal tersebut pada Rabu (19/6/2019) digelar acara Halal Bihalal di Gedung Balai Pertemuan PG Asembagus.

Selain dihadiri oleh manajemen PG Asembagus, acara juga dihadiri para petani tebu se wilker PG Asembagus, pengurus APTR wilker PG Asembagus, KPTR (Koperasi Petani Tebu Rakyat), Forkopimka Asembagus, Jangkar dan Banyuputih, serta mitra kerja PG Asembagus yang lain.

Manager Tanaman PG Asembagus, Ir. Mahindan Anggawijaya, mewakili GM (General Manager) Danang Krisworo dalam sambutannya mengatakan Halal Bihalal ini sudah menjadi tradisi setiap tahun di PG Asembagus.

Oleh karena itu kata Mahindan, begitu pentingnya acara Halal Bihalal ini digelar. Pada kesempatan ini dirinya mewakili manajemen PG Asembagus memohon maaf lahir batin kepada semua yang hadir pada acara tersebut.

“Pada kesempatan ini kami mewakili Bapak GM beserta jajaran karyawan PG Asembagus Mengucapkan minal aidzin walfaidzin, maaf lahir batin,” ujarnya.

Sementara itu Ketua APTR PG Asembagus H. Fais Nuraswi mengatakan jalinan Silaturrahim antara PG Asembagus dengan peteni salah satunya dengan acara Halal Bihalal semacam ini.

Karena selain sudah menjadi tradisi umat islam, Halal Bihalal juga sebagai sarana untuk bertukar fikiran. Saat ini petani tebu resah, karena PG Asembagus masih belum giling. Sehingga kondisi ini dapat mengganggu stabilitas ekonomi di wilayah Kabupaten Situbondo.

“Nah mudah-mudahan dengan digelarnya acara Halal Bihalal ini keresahan itu akan terjawab. Sehingga harapan agar PG Asembagus segera giling akan tercapai, sesuai rencana yakni tanggal 1 Juli yang akan datang,” terangnya.

IMG-20190619-WA0018

Pada acara tersebut juga hadir penceramah Kh. Syaifullah Muhyi. Kiai yang juga Ketua MUI Situbondo ini menyampaikan agar ummat islam dapat mengendalikan hawa nafsunya.

“Bukan hanya pada pelaksanaan ibadah puasa, kita dituntut bisa mengendalikan hawa nafsu, tapi dalam kehidupan sehari-hari, kita harus bisa mengendalikan hawa nafsu kita,” katanya.

Selanjutnya Kiai Syaifullah Muhyi menjelaskan, nafsu bisa dikendalikan dengan jalan berpuasa.

“Siapa yang bertakwa, maka akan diberi solusi dalam kehidupan, termasuk dengan giling di PG Asembagus jika ada kesulitan,” jelasnya.

Reporter : Dayat
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA