oleh

Akibat Pedagang Pasar Srimangunan Sak Enaknya Sendiri, Pemilik Kios Keluhkan Tempat Bongkar Muat Barang

SAMPANG, BrataPos.com – Di kota Sampang hebat bermartabat. Pusat pembelanjaan terbesar adalah pasar Srimangunan. Pasar yang sering kali di gunakan oleh warga Sampang untuk berbelanja segala macam kebutuhan sehari-hari.

Namun amat sangat disayangkan. Masih banyak pedagang atau parkir yang masih belum ditertibkan. Itu pasti bisa menganggu jalannya bongkar muat barang pedagang yang sudah memiliki kios di pasar Srimangunan.

Terlalu banyaknya keluhan pemilik kios untuk menurunkan barang yang mereka akan jual. Padahal ada tempat untuk bongkar muat barang yang sudah di khususkan. Namun juga amat di sayangkan tempat bongkar muat tersebut di tempati oleh padagang kaki lima. Salah satunya penjual bumbu atau sandal yang berjualan, dimana tempat tersebut adalah temat bongkar muat barang.

“Saya merasa sangat terganggu dengan adanya pedagang ini, yang menempati di tempat bongkar muat. Karena sekarang untuk bongkar muat barang saya jauh dan harus pakek ongkos dua kali,” keluhnya Junaidi pedagang yang merasa terganggu.

“Ia juga berharap kepada pemerintah supaya menertibkan para pedagang dan parkir di tangah pasar,” sambung dia.

Di sisi lain Sahril juga mengeluh adanya padagang yang menempati tempat bongkar muat barang. Ia juga merasa sangat terganggu untuk menurunkan barang barang.

“Yang dulunya peraturannya sebagai tempat bongkar muat. Namun sekarang di tempati untuk berdagang. Ini semakin sulit untuk menurunkan barang. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, semua sudah ketentuan kepala pasar,” ujarnya.

Sementara Mukti sebagai penasehat pasar Srimangunan membenarkan adanya pedagang yang menggangu jalannya bongkar muat barang.

“Itu begini dik ya, memang betul disitu tempat bongkar muat barang sudah dari dulu. Karena ada kepala pasar yang mengizinkan untuk menempatkan di tengah. Tidak ada pemberitahuan tahu-tahunya sudah di tempatkan di sana,” jelasnya Mukti.

“Kesannya memang gak enak, apalagi di situ di tempati parkir. Tapi tidak bertanggung jawab dan tak teratur,” sambung dia.

Mukti juga menambahkan, alangkah baiknya tempat itu ditertibkan. Karena sebenarnya di situ tidak boleh dan menganggu jalannya bongkar muat barang, katanya Minggu (16/06/19).

Ironisnya para pedagang akui bahwa mereka sudah mendapatkan izin dari kepala pasar. Untuk menempati tempat bongkar muat barang yang pada akhirnya menganggu jalannya aktivitas pasar Srimangunan.

Saat kami konfirmasi kepala pasar Nanik terkesan cuek dan kurang menghargai kedatangan kami BrataPos.com untuk konfirmasi. “Itu sudah ada dari dulu,” jawabnya Nanik yang terkesan cuek sambil menghitung uang hasil distribusi pasar.

“Saya juga belum tahu, sekali lagi dengan kecuekannya sambil memegang uangnya. Iya itu nanti penataan selanjutnya,” imbuhnya masih terkesan kurang menghargai kedatangan kami. Karena hari libur kami belum bisa konfirmasi pada Disperindag kabupaten Sampang……………. bersambung.

Reporter : ryn/far
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA