oleh

PEMERINTAH DIANGGAP TIDAK PROFESIONAL, WARGA PESEAN SAMPANG LAKUKAN BLOKADE JALAN INSPEKSI KALI KAMONING

SAMPANG, BrataPos.com – Proyek normalisasi kali kamoning menuaikan masalah dikarenakan warga yang terdampak oleh pekerjaan proyek tersebut masih belum ada kepastian terkait pembebasan lahan, warga keluhkan sampai saat ini tidak ada ganti rugi yang pernah pemerintah janjikan pada mereka.

“Kami sudah membuat kesepakatan tertulis dan bermaterai dengan pemerintah untuk memberikan ganti rugi pada bulan Februari 2019 yang lalu, tapi sampai saat ini dana ganti rugi tersebut tak sepeserpun kami terima”, ungkap Sanidin Jum’at 14/06/19 yang merupakan salah satu warga terdampak.

pantauan dari Bratapos.com dilapangkan, warga Dusun Pasean 1 melakukan upaya blokade jalan inspeksi karena tidak terima dengan adanya pekerjaan yang belum terealisasi pembebasan lahannya.

“Ada sekitar 30-50 KK dari warga terdampak saat ini dipastikan belum menerima dana ganti rugi pembebasan lahan”, jelas Edi Purwanto, Kepala Dusun Pasean 1,warga juga berharap pemerintah bisa menghargai nenek moyang yang telah mewariskan tanahnya untuk anak cucu mereka, jangan seenaknya saja mengeruk lahan warga yang belum diketahui terkait perjanjian ganti rugi oleh pemerintah.

IMG-20190614-WA0011

Terpisah Ahmad Nur Yadi panggilan akrabnya Yayan, sebagai ketua II dari Ormas Bela Negara (BPBN) menyesalkan tentang ketidak profesionalan pemerintah, terkait pembebasan lahan warga terdampak, beliau mengatakan, “Dari awal saya sudah mengingatkan, bahwa sebelum kegiatan itu dilakukan, perencanaan yang salah satunya adalah masalah pembebasan lahan ini seharusnya sudah tuntas.jelasnya.

Tapi fakta di lapangan, pemerintah memaksakan agar kegiatan ini dilakukan sehingga akhirnya warga terdampak menjadi korban.Terkait masalah anggaran pembebasan lahan, sebenarnya ini sudah ter-anggarkan, tapi anehnya warga belum menerima dana tersebut, pemerintah terkesan asal dan tidak profesional menangani hal ini”, ungkap Yayan mempertanyakan. “Tak hanya itu, warga juga sudah mengalah karena lahannya terpakai untuk pelebaran sungai untuk kali pertama, dan saat ini pula, warga kembali dipaksa menyerahkan lahannya yang akan digunakan lagi untuk pelebaran sungai yang kedua kalinya tanpa adanya kepastian kapan dana pembebasan lahan itu diterima,” katanya, menirukan bahasa keluhan warga.

Reporter : Ryn/far
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA