oleh

Fakta Makin mengejutkan Pungli PTSL Kepala Desa Karangwotan, Puncakwangi

 

Pati , Bratapos.com – Fakta makin mengejutkan , tentang dugaan penyimpangan dan Bancaan Proyek PTSL di Karangwotan tahun 2018 makin nyata . Progam pensertipikatan tanah secara masal melalui Progam PTSL (pendaftaran tanah sistematik lengkap) atau PRONA (Proyek nasional agraria) yang diterima Desa Karangwotan Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati sebanyak 600 bidang, disinyalir Kepala Desa dapat jatah alokasi anggaran sebesar 100 ribu perbidang.

Pasalnya, menurut pengakuan Suharti salah satu perangkat Desa Karangwotan dan bendahara Progam PTSL atau Prona mengatakan suwadaya yang ditanggung oleh peserta progam sebesar 600.000 perbidang bahkan ada yang Rp 800 ribu sampi 1juta 5oo ribu , dari jumlah tersebut Kepala Desa Karangwotan mengaku mendapat jatah 100.000 perbidang. keterangan sumber terpercaya membenarkan

“Kepala desa mendapat jatah 100 perbidang. Rencana teman-teman perangkat juga sama dapat jatah honor 100 ribu perbidang tergantung jumlah pemohon yang mendaftar di masing-masing kring. tapi saat ini baru hanya sebatas bon.” ujarnya . Selanjutnya , β€œ dari jumlah swadaya 600 ribu perbidang tersebut dialokasikan untuk, membeli matre, patok, foto copy, pembuatan akta tanah yang usia pemohon belum ada 39 tahun, honor tenaga bantu pada saat proses pemberkasan dan honor Kepala Desa serta perangkat perangkat Desa.” Jelasnya.

Selain mendapatkan progam PTSL/PRONA sebanyak 600 bidang pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) juga memberikan Desa Karangwotan progam SMS (sertipikat masal swadaya) sebanyak 500 bidang, namun progam tersebut ditujukan kepada perserta atau pemohon yang pernah mengikuti progam IP4T (Iventarisasi Penguasaan, Pemilikan,Penggunaan dan Pemanfaantan Tanah).

Progam IP4T bukan seperti Larasita dan Prona,PTSL yang bisa mengeluarakan produk sertipikat, akan tetapi melalui progam IP4T sebidang tanah akan menjadi tercatat dan diakui pengunaannya oleh kantor pertanahan walaupun hanya sekedar peta bidang tanah. Ironisnya, didalam menjalankan progam SMS Zaenal Arifin ( ZA) Kepala Desa Karangwotan terkesan mencari keuntungan materiil belaka tanpa memeperhatikan keberatan warganya dengan melakukan penarikan swadaya sebesar 1.500.000 perbidang kepada peserta SMS tanpa melakukan koordinasi bahwa sebelumnya sudah ada juga yang ditarik dari program-programan yang ada yang membayar sampi 5 juta per bidang , ket WWK. dan ada program yang ditarik 4juta 200 ribu , semua di lakukan tanpa musyawarah terlebih dahulu. Pasalnya didalam mengerjakan progam tersebut peserta PTSL maupun program lainnya . Janji- janji yang diberikan Fihak pemdes yaitu Pemohon program SMS katanya tidak dikenai tarif 75 persen dari total biaya yang semestinya sudah ditetapkan, hal tesebut karena peserta atau pemohon Progam SMS di Desa Karangwotan sebelumnya sudah mengikuti Progam IP4T.

Artinya peserta atau pemohon hanya diwajibkan membayar salinan saja karena sudah mendapatkan subsidi pengukuran dari pemerintah. Sehingga dari segi biaya progam SMS seharusnya menjadi lebih murah. kenytaaanya hanya isapan jempol saja . Kepala Desa dan jajarannya adalah abdi negara yang bertugas untuk melayani dan mengayomi warganya, sehingga warga masyarakat yang di Desa yang dipimpin bisa hidup sejahtera dan lebih maju. Karena tugas dan funginya sudah mendapat honor dari pemerintah melalui Siltap yang sudah diterima setiap bulan plus mengerjakan bengkok, krang apa lahi kalau nggak srakah .lebih ironis jika sebuah progam pemerintah yang berpihak kepada warga tidak mampu justru dijadikan ajang bisnis dan mencari keuntungan oleh pemangku jabatan di Desa.

Dalam hal tersebut warga masyarakat khususnya peserta progam PRON/PTSL dan SMS Desa Karangwotan yang nota bene sudah ditarik sebesar 2 juta , 4 juta lalu 5 juta perbidang , lalu dengan datang program PTSL ditarik lagi 800 bahkan ada yang sampsi 1,5 juta , terkesan ” ndlindis”, dan “ndremis” ,Masrayakat sudah Muak , kecewa sekali dengan manajemen Pemdes karngwotan atas semua kejadian tersebut karena sama sekali nggak diberi kesempatan untuk bertanya terkait rincian penggunaan angaran swadaya yang dikelola oleh Kepala Desa Zaenal Arifin dan Perangkat Desanya inisial SHR dan intimidasi kaki tangannya jika Hal tersebut dipertanyakan . Bahkan seorang investigator dari Media baratpos di teror dan disewakan Preman untuk Mengancam agar tidak memberitakan Kejaggalan Kelakuan perbuatan oknum Kepala desa dan Sarekat Karangwotan tersebut . Debut kemelut dugaan Pungli dan tarikan Dana- Dana yang dilakukan Kepala desa cq.Perangkat Desanya. dengan melalui Kurir tanpa SK lalu mengatasnamakan Kepala desa menarik dana – dana dengan alasan leluasa, bahkan sampai untuk urusan snak pekerja , yang mngerjakan penggarapan proyek Dana Desa 2018 ini, entah dengan restu kepala desa atu tidak ? .Semakin menguatnya Pengaruh Suasana gegap gempita dan screamed , setelah di demo masyarakat .

Atas kejadian ini Kejari pati dan Kapolres Pati diminta segera Turun tangan melakukan antisipasi pengamanan desa Karangkonang sebab kasus ini makin menghangat , sebelum di gegerkan Demo Warga Karangwotan besar besaran,lebih besar lagi di gelar korban – korban Pungli , manipulasi dan penipuan , penggelapan sertifikat yang dilakukan Oknum kepala Desa karangwotan dan sarekatnya tersebut . Lembaga Donor di Pati Juga diminta mengawal Upaya Mediasi dan penyelesaian kasus Kemelut Pengurusan Sertifikat di Karangwotan tersebut , sebab selalu ada laporan masyarakat terkait tidak jadinya sertifikat dan posisi sertifikat itu dimana , dipegang siapa .. semu saling melempar tanggung jawab dan wewenang. ( Johanes Andi Purnama _ Bratapos ) Gambar Kepala desa Karangwotan.

Reporter : Sholihul Hadi

Editor : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA