oleh

Satu Bulan Lebih Tidak Kunjung Turun Hujan, Petani Jagung Sumenep Mengeluh

Sumenep , Bratapos.Com – Musim kemarau yang berdampak disejumlah Daerah Sumenep akhir-akhir ini, membuat tanaman Jagung petani banyak yang mati. Tanaman jagung yang mati itu terlihat tanda kekuning-kuningan pada bagian daunnya, hingga mengering.

Petani mengungkapkan, kemarau yang terjadi satu bulan terakhir ini sangat berdampak bagi tanaman jagung milik warga. Sebab, air sulit didapat sehingga daun tanaman banyak menguning.

“Iya banyak tanaman Jagung yang mati akibat satu bulan lebih tidak kunjung turun hujan, Ujar Amiruddin, Petani jagung di salah satu desa kecamatan Bluto, Minggu, (02/06/2019)

Petani lain Warga Desa Muncek Kecamatan Lenteng, Saleh (52), menyatakan akibat musim kemarau ini para petani jagung di daerahnya mengalami gagal panen. Menurutnya, tidak turun hujan dalam waktu lama menjadi penyebab utamanya.

“Hujan yang tidak turun sudah satu bulan yang lalu menjadi penyebab utama layu tanaman jagung ini, sehingga tidak harapan untuk panen, Ungkapnya.

Saleh mengungkapkan, pada lahan jagung miliknya seluas kurang lebih satu hektare tersebut telah mengeluarkan modal hampir Rp 5 juta.”Mudal hampir lima juta rupiah itu sudah termasuk untuk membelian bibit, pupuk, dan biaya pengerjaanya,” katanya.

Dia menyiasati kerugian itu dengan menjual tanaman jagung layu kepada para pemilik hewan ternak sekitar.

Reporter : sabit/zr

Editor : dr

REKOMENDASI UNTUK ANDA