oleh

Lurah Buntusu Kecamatan tamalanrea beri toleransi khusus pedagang kaki lima di bulan ramadhan ini

Kota Makassar , Bratapos.com – Dalam rangkah di bulan suci ramadhan Lurah Buntusu memberikan toleransi untuk para pedagang kaki lima agar dapat berjualan hanya berlaku di kelurahan Buntusu ini.

Lurah Buntusu Kecamatan Tamalanrea, H. Meinsani K, Menjelaskan, Artinya bukan mereka berkeliaran bebas akan tetapi spontanitas saja pedagang-pedagang musiman ini pada dasarnya dia mencari nafkah dengan hidupkan ekonomi keluarganya dan juga dalam jangka untuk 1 bulan hanya ada di bulan ramadhan ini,” ujarnya, Selasa (29/05/2019) Jalan Jalan Tamalanrea Raya BTP Blok G No.19, Kec Tamalanrea kota makassar Kode Pos, 90245.

“saya lihat ini baru-baru muncul semua dan  sifatnya hanya untuk sementara waktu saja Yang berjualan di bulan kemarin mahal tempatnya maka kalau kita sebagai manusia yang baik apa salah memberi toleransi untuk 1 bulan saja dan dia juga siap untuk tidak menjual di pelataran-pelataran parkir dan di atas trotoar jalan.

kita atas nama pemerinta melalukan pembiaran menjamurnya dengan pedagang kaki lima di pingkir jalan Sehingga jarak lalu lintas tersendat atau gangguan-gangguan itukan hanya bersifat sementara sudah mengaku semua bahwa setelah bulan ramadhan mereka akan bersihan semua tempat mereka menjual

Kalau kantibmas yang berkordinasi dengan babinsa bekerja selalu melakukan patroli bertiga dengan ketua (LPM), dan diadakan juga posko juga kalau malam mereka bergantian  setiap RW bergantian untuk di kelurahan

Nanti kalau ada anak-anak kumpul-kumpul di lorong melalukan secara pendekatan dengan cara sentuh hati anak-anak muda yang ada di wilayah yang ada disana

kita pegang RW dan RT  tokoh masyarakat yang bisa dan bagaimana anak-anak itu bisa di dalam bulan ramadhan ini dia bisa banyak kegiatan di mesjid

Kami tidak mengungkiri petasan itu bisa mereka bunyikan kalau di pagi hari di lapangan talak yang biasa anak-anak kecil kumpul di situlah ada 1 dan 2 yang bunyi tetapi atas nama pemerintah selalu melalukan pendekatan kepada anak-anak menekankan bahwa jangan karena itu hal yang membahayakan pengguna apalagi kalau terkena tangan dan juga bila terkena rumahnya tetangga bisa terjadi kebakaran.

Artinya kami selalu memhimbau tadak tidak melalukan pembiaran anak-anak yang selalu membawa petasan dan di tokoh-tokoh juga kami himbau supaya jangan menjual petasan dan contoh saja ini tidak ada tokoh yang ada di kelurahan Buntusu yang menjuaal petasan dan mungkin biasanya anak-anak itu membeli petasan di tempat lain yang bukan di wilayah kelurahan buntusu ini.

Mudah mudahan di kelurahan Buntusu dan sekitarnya di jauhkan dari musibah dan kita selalu berharap dan kerja sama dari pemerintah kita dan tokoh masyarakat, bapak bimmas dan bapak babinsa insyaallah wilayah dari kelurahan Buntusu aman dan terkendali.

Karena memang setiap saat kita melalukan pemantauan pagi, hari pukul 08.00 WITA sebelum sebelum sholat subu juga kita jalan untuk demi terciptanya kenyamanan dari masyarakat kemudian setelah asar kita juga jalan dan sudah tarwih kita juga jalan dalam memantou kondisi terkini dari lingkungan yang ada di wilayah kami di kelurahan Buntusu

Kita himbau kepada 25 mesjid yang ada kelurahan buntusu kita membuat surat edaran yang berisi;

1. Menjaga anakta

2. selalu melihat di sekitar kita kalau ada   yang bersifat mencurigakan kalau ada sekelompok orang yang menginap tampa melaporkan 1×24 jam

3. Selalu terus mengingatkan bahwa selalu
ada bahaya yang bisa tejadi kapan saja dan dimana saja contohnya kebakaran yang marak terjadi utamanya di ingatkan kepada kaum ibu di bulan suci puasa ini bila memasak dan setelah sudah usai terutama di waktu subu dan jangan lupa kompornya  matikan dulu sebelum pergi tidur masing-masing

Juga ini menjelang mudik saya pikir waktu yang lama dan panjang maka saya menghimbau kepada warga masyarakat bahwa di sekitar kita mungkin ada tetangga yang tidak pulang mudik bisa kita titip kunci rumah kita demi mencegah dari hal-hal yang tidak kita inginkan karena tetangga itu yang paling dekat seperti keluarga sendiri.

Reporter : faulus

Editor : dr

 

 

 

REKOMENDASI UNTUK ANDA