oleh

PB Aliansi Mahasiswa Dan Pemuda Anti Korupsi Tolak Keras Investor Dari Tiongkok

BRATAPOS, SUMUT – Program presiden joko widodo dalam membangun infrastruktur patut di acungi jempol. Tidak hanya Omong kosong belaka, presiden joko widodo juga menunjukan kinerjanya dengan membangun berbagai infrastruktur di berbagai wilayah di indonesia.

namun nampaknya niat baik presiden joko widodo tersebut juga banyak mendapat tantangan dari kalangan masyarakat.
Presiden joko widodo sering kali dituduh sebagai antek aseng. Tuduhan tersebut pun berdampak negatif terhadap pencitraan beliau sebagai presiden.

Berdasarkan informasi yang kami peroleh bahwa Indonesia Best & Grow Investmen Group dengan Shenzhen Qixin Construction Group Co. Ltd telah melakukan MOU untuk pengembangan kawasan industri terpadu, Golden Integrated Industrial Port Estate (GIIPE) di percut sei tuan, sumatera utara dengan perkiraan nilai proyek US$ 7,4 Milyar (Rp. 99 triliun).

Pertemuan yang dihadiri oleh Mentri perindustrian Airlangga Hartarto bersama menteri koordinator kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang dilakukan di Beijing, Tiongkok.beberapa waktu lalu menghasilkan Memorandum of Understanding.

Eka Armada Danu Saptala Ketua Umum PB. ALAMP AKSI (Pengurus Besar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi) Mengkhawatirkan beberapa hal, apabila para investor tiongkok terus “Merajai” Mega Proyek proyek infrastruktur di Indonesia.

akan berdampak buruk terhadap statement persaingan pasar yang tidak sehat dan akibatnya masyarakat akan antipati terhadap kinerja pemerintah serta tuduhan-tudahan bahwa presiden joko widodo adalah antek aseng semakin menguat. Untuk itu kami meminta kepada presiden joko widodo agar membatalkan MoU tersebut.

Dan kami juga meminta kepada gubernur sumatera utara, bapak edy rahmayadi agar tidak mengeluarkan berbagai izin,dimana menurut kewenangan sebagai gubernur Sumatera Utara yang berhak mengatur pemerintahan daerah secara otonomi daerah yang berkaitan untuk pengembangan GIIPE di percut sei tuan agar menolak pembangunan dan pemberian izinnya di Sumatera Utara ini.

Reporter              : Hardianto

Editor                  : Dr

Publisher             : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA