oleh

Pilpres Sebuah Rutinitas Agenda Demokrasi”Ucap Ali Sumurung”

Tapsel , Bratapos.com – Pasca unjuk rasa 22 Mei 2019, hingga saat ini sebagian kelompok masyarakat masih terus melakukan upaya untuk menolak hasil Pilpres 2019. Berbagai upaya terus mereka lakukan, diantaranya menggelar unjuk rasa di KPU, Bawaslu dan DPRD. Kelompok masyarakat ini menuntut hasil Pilpres 2019 bulan Mei lalu dibatalkan.

“Itu unjuk rasa udah ngak benar.

Dalam konteks berdemokrasi dan bernegara seharusnya semua pihak memandang positif terhadap pilpres, bukan membuat aksi dan memaksakan kehendak. Pilpres itu hanya sebuah rutinitas agenda demokrasi,” ujar Ali Sumurung saat di jumpai wartawan di kantornya

Terkait adanya kelompok masyarakat yang tidak puas dengan Pilpres, kemudian melakukan aksi aksi untuk membuat rusuh dan kacau, menurut Ali Sumurung itu merupakan tindakan “yang kurang waras” yang mencederai alam demokrasi.

“Persoalan tidak puas atau tidak yakin hasil pilpres, kan sudah dilayangkan gugatan ke MK. Jadi, tak usah lah macam macam melakukan aksi aksi. Kalau masih terus melakukan aksi, itu akan menimbulkan stigma “ketidakwarasan” bagi pengunjuk rasa. Jangan ada upaya upaya negatife yang mencoba mempengaruhi MK untuk objektif dalam memutuskan sengketa pilpres,” tegasnya

Menurut Ali Sumurung, aksi aksi yang dilakukan sekelompok tertentu saat ini, bertujuan untuk mempengaruhi MK dalam mengambil keputusan sengketa pemilu.

“itu salah satu usaha mereka. Tapi yakinlah, MK tak segampang itu untuk dipengaruhi,” tandas Ali Sumurung.

Saat disinggung adanya pihak pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini, untuk kepentingan tertentu, Ali Sumurung berharap agar koneksitas diantara pemangku kepentingan.

“Kalau memang ada kecurigaan aksi aksi ini ditunggangi pihak pihak tertentu, disinilah keprofesionalan aparatur negara untuk menjaga ke-stabilan negara. Jangan sampai aparat lengah, biasa saja keadaan ini diciptakan orang orang yang ingin negara ini hancur, Saya sangat apresiasi kinerja TNI Polri dalam penanganan unjuk rasa saat ini. Meskipun ada sedikit gesekan, itu hal yang lumrah. Disamping itu-kan faktanya ada kelompok penyusup yang berusaha memperkeruh situasi. Oleh karena itu, kita yakini bahwa apparat TNI Polri mampu mengungkap semua itu, Berpikirlah positif dan dewasa. Kita serahkan semua sengketa Pemilu ini sepenuhnya kepada MK. Dan kepada elite politik yang bermain, legowolah menerima kekalahan dan jangan agitatif (bersifat menghasut) kepada warga, Ingat Pilpres bukan akhir dari segalanya dalam berbangsa dan bernegara,” Marpikir Ko Manuk, “tutup Ali Sumurung.

Reporter : Iwansumadi

Editor : dr

REKOMENDASI UNTUK ANDA