oleh

DIRUT PT.PERKEBUNAN NUSANTARA IV SIWI PENI DITUNTUT MAHASISWA AGAR DICOPOT

-Terbaru-4.309 views

Sumut,bratapos.com-Mahasiwa dan Masyarakat Peduli Sumatera Utara yang terdiri dari Pengurus Besar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (PB.ALAMP AKSI), Dewan Pengurus Pusat Lembaga Independen Peduli Aset Negara (DPP LIPAN) dan Aliansi Mahasiswa Sumut Bersatu (AMSUB) Sekitar jam 11 siang(kamis, 23/05/19) dijalan Letjend Soeprapto no. 2 Medan, kantor pusat PTPN IV hadir mahasiswa yang berkolaborasi dari berbagai unsur organisasi menyuarakan aspirasi yang bertahun-tahun tidak juga ditanggapi, baik dari kepolisian, Gakkum, dinas lingkungan hidup,hingga kementrian lingkungan hidup dan kementerian BUMN. Atas dasar berbagai alasan masalah limbah pabrik yang diduga kuat dari cirinya dan baunya adalah limbah B3 tidak pernah disentuh hukum baik peraturan terendah sampai undang undang tertinggi yang lahir dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat dengan biaya milyaran dari uang rakyat untuk menetapkan peraturan dan perundang-undangan tersebut.

PT. Perkebunan Nusantara IV unit Ajamu merupakan item tuntutan aksi mahasiswa supaya DITUTUP dan Copot Dirut PTPN IV SIWI PENI. Sikap kebosanan dari masyarakat panai hilir desa Ajamu- labuhan batu, Sumatera Utara sudah sangat berada pada titik puncak kesabaran. Terbukti pada aksi tersebut humas PTPN IV Syahrul mencoba untuk dapat berbicara ditepis mahasiswa karena termasuk salah satu oknum yang selalu menutupi keburukan pabrik sawit PTPN IV unit Ajamu, namun anehnya humas ini selalu memberikan data tentang PTPN IV itu sendiri. Menurut humas Syahrul, PTPN IV unit Ajamu masih berstatus stage II dalam pengurusan sertifikat RSPO, namun sudah 5bulan tidak bersertifikat apapun CPOnya. Adanya lahan perkebunan PTPN IV yang masuk kedalam hutan lindung, semua cpo dari Ajamu diamankan oleh PT. KPBN (PT.Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara)yang bersertifikat RSPO. Sedangkan saham PTPN IV sendiri dijual serentak kepada PTPN III holding yang bekerja sama dengan PT. Industri Nabati Lestari sei mengkei simalungun yang notabenenya investor RRC merupakan modus terstruktur rapi dari investor dan pemerintah. Percuma ribut dan demo jika perusahaan pemerintah plat merah yang dilawan. “IMG-20190525-WA0041

Memang benar, dalam sejarah belum ada masyarakat kecil memenangkan gugatan melawan perusahaan pemerintah, namun melalui demo ini menurut zainuddin dalam, Eka dan Aki sastra serata semua mahasiswa yang tergabung dalam aksi tersebut bertekad untuk membawa hal ini sampai laporannya diterima oleh badan United Nations yang menangani tentang lingkungan hidup dan biota air agar Memboikot seluruh cpo milik PTPN IV beserta turunnya dan membatalkan sertifikasi RSPO ataupun ISPO. “

“Kami bukan tidak mau melaporkan hal ini kepada pihak terkait di Indonesia, akan kami laporkan juga dan kita sama sama melihat pihak penegak hukum Republik Indonesia yang berkompeten dalam hal ini ataukah pihak Internasional pemerhati lingkungan hidup dan biota air seperti RSPO yang dengan slogannya sawit berkelanjutan serta badan United Nations yang berkampanye sawit ramah lingkungan mungkin Union European Commission. “Tutup mahasiswa dan masyarakat dengan bersemangat.

Saat bulan Ramadhan hari 18 aksi tersebut berakhir Damai, dan mahasiswa berjanji akan mengadakan aksi keduanya yang lebih besar setelah hari raya idul fitri. Dengan harapan 25 hari kerja yang dijanjikan pihak internasional sudah ada respon penanganan kasus pencemaran limbah pabrik kelapa sawit PT. Perkebunan Nasional IV UNIT AJAMU. ” tutup zainuddin

REKOMENDASI UNTUK ANDA