oleh

Di Duga APBDes Kedungwonokerto Jadi Ajang Cari Untung

Last updated : Kamis, 23 Mei 2019, 16:36 WIB

Sidoarjo, Bratapos.com – Sebagaimana desa-desa Lain di Seluruh Indonesia, Desa Kedungwonokerto Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo juga menerima Dana Desa (DD).

Pada Tahun Anggaran 2018 Desa Kedungwonokerto yang dipimpin oleh Kepala Desa Hj.Dwi Fitri Astuti  mengalokasikan dari DD (dana desa) untuk kegiatan pembangunan  (1) pedamping jalan di RT 03 , RT 04 dan RT 05 senilai Rp 100.000.000 ,(2) pembangunan jembatan di RT 07 RW 01 senilai Rp.13 .000.000 (3) Pavingisasi jalan akses ke sekolahan senilai Rp 130.000.000  (4). Rehabilitasi gedung TK(taman kanak-kanak) dharmawanita  Rp 30.000.000. Rabu (22/05/19)

Informasi yang di terima Tim bratapos dari Kepala Desa Bahwa panjang pavingisasi jalan sekolahan adalah 225m1 dan lebar adalah 2,5m atau setara dengan.

luasan 562,5M2 bila per/M2 dihargai Rp100.000.000 maka senilai Rp56.250.000, PPn Plus PPh 11,5 %  atau senilai Rp 14.950.000  dan biaya perencanaan 2% atau Rp 2.600.000   maka akumulasi biaya dari kegiatan pavingisasi ini Total Rp 73.800.000 dan bila dialokasikan anggaran Rp 130.000.000 maka Pemerintah Desa Kedungwonokerto di duga mendapat untung  Rp 56.200.000.

IMG-20190523-WA0020

Kemudian untuk kegiatan pembangunan drainase diketahui panjang dari pasangan batu ( masounry stone ) adalah  sekitar 141M1 ketebalan pasangan adalah 30cm dan ketinggian pasangan adalah 40cm atau setara dengan 67,68M3  bila dihargai Rp 1.000.000/M3 maka senilai Rp 67.680.000 kemudian untuk PPn dan PPh 11,5% atau senilai Rp 11.500.000 dan biaya perencanaan 2% atau senilai Rp 2.000.000 jadi total biaya real pekerjaan drainase di RT 03 dan RT 04 dan RT 05 ini adalah senilai Rp 81.180.000 dan bila dialokasikan anggaran Rp 100.000.000 maka ada selisih Rp 18.820.000 uang sejumlah ini diduga masuk kantong oknum di Desa Kedungwonokerto.

Jadi untuk 2 (dua)pekerjaan kontruksi di Desa Kedungwonokerto Tahun anggaran 2018 uang senilai Rp 75.020.000 di duga kuat masuk kantong oknum kepala desa dan kroninya.

Camat prambon yang dikonfirmasi oleh Tim Bratapos.com  pada Rabu (22/05/2019) melalui pesan whatsaap  meminta kepada Tim bratapos agar lebih fair dengan melibatkan inspektorat dalam menghitung kontruksi di desa – desa wilayah Kecamatan Prambon.

Lebih jauh Camat Prambon Hj.Ainun Amalia. S.Sos juga akan minta pendapat Jaksa dan kepolisian terkait karya jurnalis Bratapos yang menurutnya menjustifikasi para kepala desanya.

Dan ditempat terpisah Ketua Lsm WAR Ir.Didik Wahono SH. M.Si yang juga merupakan konsultan, kepada Bratapos.com mengatakan bahwa,” Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di depan hukum dan pemerintahan jadi masyarakat juga berhak menghitung volume kegiatan desa dan menghitung estimasi harganya mengingat volume kegiatan itu adalah nyata sebagaimana rumus matematika untuk menghitung volume adalah panjang kali lebar kali tinggi siapapun yang menghitung rumusnya akan tetap itu ,” tegas bung Didik  mengakhiri wawancara.

Redaksi               : Chand/zein

Editor                  : Dr

Publisher             : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA