oleh

Diduga APBDes Jedong Cangkring, Jadi Lumbung Cari Untung Kepala Desa

SIDOARJO, BrataPos.com – Pada tahun anggaran 2018 Desa Jedongcangkring mengalokasikan APBDes sebesar Rp. 1.881.734.274.20 dari anggaran sekitar 45% dipakai untuk kegiatan pembangunan.

Pembangunan dan pemeliharaan jalan desa antar permukiman Rp 166.500.000. Pembangunan dan pemeliharaan bangunan lainya Rp 275.246.773. Belanja barang dan jasa Rp 271.512.000.

Dari hasil monitoring dan pemantauan dan investigasi yang dilakukan wartawan Bratapos.com ditengarai bahwa kegiatan pembangunan di Desa Jedong Cangkring dengan kepala desa Drs. Soedikman Pribadi M.Pd dijadikan ajang mencari untung oleh oknum kepala desa.

Berdasarkan estimasi hitung-hitungan pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah) senilai Rp 162.000.000 dipakai untuk membangun TPT dengan panjang 274M1 dan lebar pasangan 0.35M dan tinggi rata-rata 0.45M.

Atau bila dikalkulasi sekitar 43.155M3. Bila dihargai 1 juta/M3 maka jumlah biayanya Rp.43.155.000 kemudian PPn dan PPh 11,5 % Rp 18.630.000 juga biaya perencanaan senilai 2% Rp 3 240.000.

Kemudian tanah urug sekitar 90 M3 bila dihargai tertinggi Rp 150.000 maka biaya urug Rp 13.500.000 jadi total biaya untuk pembangunan TPT ini senilai Rp 78.525.000 dan bila dialokasikan anggaran Rp 162.000.000.

Maka Kepala Desa Jedongcangking mendapat keuntungan Rp 83.475.000 atau sekitar 56% dari anggaran. Drs Soedikman MPd yang dikomfirmasi melalui telepon celuler Selasa 21/5/19 mengatakan semua sudah dilaksanakan dan sudah diperiksa oleh Inspektorat tidak ada masalah, katanya.

Terkait tidak adanya papan informasi disetiap kegiatan pembangunan Desa Jedong Cangkring Kepala Desa tidak bisa memberi komentar apapun.

Sementara Budi pria 38 tahun yang mengaku warga Desa Jedong Cangkring dikonfirmasi dekat balai desa kepada wartawan BrataPos.com mengatakan Kepala Desa Jedong Cangkring ini hebat mas.

“Seluruh kegiatan Pembangunan Desa di tangani sendiri baik Bendahara maupun Sekretaris Desa sama sekali tidak tahu anggaran dan lain lain tahunya hanya tanda tangan saja,” katanya seraya berlalu.

Di tempat terpisah sekjend LSM WAR yang dimintai komentarnya kepada Bratapos.com mengatakan memang sering lembaganya mendapat pengaduan dari masyarakat desa tersebut bahwa pengelolaan anggaran desa Jedong Cangkring ini berlangsung tertutup.

“Karena itulah sangat rawan terjadinya korupsi dan ini jelas sama sekali tidak sesuai bahkan melanggar Undang Undang Desa yang mensyaratkan pengeloaan Dana Desa harus transparan dan akuntabel,” katanya.

Reporter : Chand/zein
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA