oleh

Pemda Agam Sumbar, Diduga Tutup Mata Terhadap Siti Afsah Rohana Korban Gempa Bumi

AGAM SUMBAR, BrataPos.com – Binilah nasib Siti Afsah Rohana warga yang berdomisili di Tanjung Harapan, Jorong Simpang Ampek Sintanang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatara Barat (Sumber) korban gempa bumi yang memporak porandakan rumahnya, sampai saat ini belum pernah disentuh bantuan oleh Pemda setempat.

Nenek umur 75 tahun ini sangat prihatin dalam kehidupannya. Pasalnya, semenjak pasca gempa tahun 2009 silam yang memporak-poradakan rumahnya Siti Afsah Rohana sangat miris.

Penuturan Siti Afsah saat di konfirmasi ulang kamis (16/5/2019) pukul 10.00 Wib. Ia mengatakan lagi semenjak pasca gempa 2009 yang silam. Ia belum pernah mendapakan batuan baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Daerah, untuk Rehab Rumah.

“Secara daya dan upaya sudah saya coba demi buat Rehab Rumah saya. Malah saya sudah mencoba mendatanggi Wali Nagari Setempat. Namun ironisnya Wali Nagari mengatakan saya bukan lagi warganya yang terdaftar di Nagari. Padahal KK saya masih di Nagari,” keluhnya.

Demi tercapainya tujuan merenovasi Rumah, saya sudah mengajukan Proposal ke kantor Baznas Agam pada tanggal 8 maret 2018. Namun ironisnya sudah lebih pula satu tahun berjalan sampai sekarang belum ada titik terangnya.

“Saya harapan, pada pemerintah pusat maupun perintah daerah, agar sudi membantu kami, untuk membantu marenovasi rumah saya,” sambung dia sembari mengeluh serta mengeluarkan setetes air mata pada awak media BrataPos.com.

Sementara itu di tempat yang terpisah salah seorang masyarakat yang enggan di publikasikan namanya, Siti Afsah Rohana serta anaknya bernama Hendri Sutrianto yang lahir di Sitanang, sampai Saat ini masih berdomisili di Nagari Sitanang, itu dibuktikan dengan keberadaan ( KK ) nya.

“Masalah tidak di rumahnya ibu Siti Afsah Rohana sekarang di karenakan dia harus mencari uang buat biaya makan anaknya yang dalam keadaan sakit jiwa, serta buat makan dia lagi pula ngak masuk di akal. Rumah dalam keadaan begitu dia tinggal,” ujarnya Kamis (16/5/2019).

Terkait masalah yang di sampaikan Siti Afsah Rohania, awak media ini mencobaba menghubungi Camat, Kecamatan Ampek Nagari, kabupaten Agam Rabu (15/5/2019) Pukul 10.00 Wib melaluai (WhsApp).

“Ibu Siti Afsah berdomisili di Lubuk Basung, sedangkan anaknya Hendri Sutrianto kelahitan 1979 adalah penderita ganguan jiwa yang tinggal sendirian di Sitanang. Hendri memiliki 1 anak dan istri yang telah meninggalkannya karena Hendri memiliki gangguan jiwa,” kata camat.

Rumah tersebut awalnya bagus yang dibangun pada tahun 2014 oleh kakaknya yang berdomisili di Pekanbaru dan dirusak oleh Hendri. Kemudian Hendri membuat lubang seperti kuburan sebagai tempat tidurnya.

IMG_20190516_223120

Masyarakat tidak berani kesana karena Hendri sering hanya berpakaian calana dalam dan memegang kedong/sabit.

Usulan untuk perumahan stimulan 30 /nagari untuk keluarga tidak mampu telah diajukan oleh Pemerintahan Nagari. Tetapi hasil verivikasi tim fasilitator tidak bisa diajukan, karena yang bersangkutan tidak ada yang waras menempatinya dan dikuatirkan dirusak kembali.

“Siti Afsah pernah meminta ke Walinagari untuk bantuan perumahan tapi karena KK beliau di Lubuk Basung, tidak bisa dibantu dan kondisi anaknya Hendri juga tidak memungkinkan untuk dibantu,” ujar Ibu Camat Ampek Nagari Melaluai (WhsApp).

Sementara itu ketua DPW LSM Garuda Nasianol Bj Rahman meyatakan. Ngak bisa di pungkiri Siti Afsah Rohana itu, bernomisili di Tanjung Harapan, Jorong Simpang Ampek Sitanang,, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatara Barat.

Bukan berdomisili di Lubuk Basung. Dari pada itu  kami dari tim LSM Garuda Nasional memintak kepada instansi terkait untuk meluruskan permasalahan yang melanda ibu Siti Afsah Rohana.

“Supaya belia bisa menikmati di usianya yang telah senja,” ujar Bj Rahmad, kepada Awak media BrataPos.com Kamis (16/5/2019 di Lubuk-Basung.

Reporter : man
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA