oleh

Seorang Oknum Pengacara, Dilaporkan Eks Kliennya Kepolisi

GRESIK, BrataPos.com – Se-orang oknum pengacara , RH (51) harus berurusan dengan polisi. Warga Surabaya itu di perkarakan oleh eks kliennya di unit Pidana Ekonomi Khusus (Pidek) Satreskrim Polres Gresik. Dalam laporannya RH, di duga melakukan penipuan dan penggelapan uang Rp 1,4 miliar, hasil penjualan tanah harta gono gini kliennya waktu itu. Senin (13/5/2019).

Perkara ini, bermula Lilik Indrawati (39) warga desa Hulaan Kecamatan Menganti, Gresik menguasakan penjualan tanah harta gono gini. Namun hingga setahun lamanya penjualan diketahui Rp. 3.600.000.000,- (tiga miliar enam ratus juta rupiah). Lilik baru menerima Rp. 400. 000.000,- (empat ratus juta rupiah) saja dari terlapor.

“Kita laporkan RH yang diberi kuasa oleh Lilik untuk menjual sebidang tanah,” terang Adi Prasetyo, kuasa hukum Lilik (sekarang).

Dari data laporan Nomor : STPLP/180 /V/2019/Polres. RH memberitahukan kepada korban bahwa tanah terjual dengan harga 3.600.000.000,- (tiga miliar enam ratus juta rupiah). Selanjutnya korban diberi uang tunai sebesar  Rp. 400. 000.000,- (empat ratus juta rupiah).

Sementara Maher Alhadar (mantan suami korban) diberi uang melalui transfer sebesar Rp. 1.750.000.000,- (satu miliar tujuh ratus lima puluh juta rupiah). Dibayarkan pajak sebesar Rp. 72.295.000,- (tujuh puluh dua juta dua ratus sembilan puluh lima ribu rupiah). Transaksi itu pada 2018 lalu dan hingga saat ini tak jelas.

“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian material Rp. 1.377.705.000,- (satu miliar tiga ratus tujuh puluh tujuh juta tujuh ratus lima ribu rupiah). Kita laporkan ke Polres Gresik guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tukas Wahyu diluar ruangan unit pidana ekonomi polres Gresik.

Ia juga menambahkan akan mengawal proses hukum atas klainnya. Tujuan kami melaporkan oknum pengacara ingin memperjuangkan klien kami. Dimana terjadi suatu dugaan tindak pidana penipuan kepada klien kami yang dilakukan oleh seorang oknum pengacara.

“Maka proses hukum harus jalan. Kalau bisa penyidik melakukan proses hukum secara professional, mandiri, independen dan tidak diskriminatif, kami hanya ingin mencari kebenaran materil,” pungkasnya.

Kanit Pidana Ekonomi Khusus (Pidek) Satreskrim Polres Gresik, Ipda Suparlan membenarkan, bahwa korban melaporkan mantan pengacaranya. Hari ini memang ada pemeriksaan saksi dari pihak Notaris.

Secara terpisah, RH menjelaskan, kasus tersebut bermula ketika dirinya diminta untuk membantu mendampingi Lilik yang digugat oleh mantan suaminya dalam perkara gono gini. Kesepakatan dengan Lilik pun terjadi. Bahkan, hal itu dilakukan secara tertulis diatas materai.

Dirinya menganggap laporan mantan kliennya itu hanya sepenggel cerita. Karena itu, meski dilaporkan ke polisi ditanggapi dengan santai. Pasalnya, semua sudah ada dokumen tertulis.

“Laporan tersebut saya anggap wajar. Sebab, semua warga negara punya hak melaporkan,” imbuhnya.

Kendati telah dilaporkan. Dirinya, mempunyai bukti yang kuat. Mulai dari pemberian fee hingga proses jual beli tanah.

“Saya siap jika dipanggil oleh pihak kepolisian. Semua bukti akan dibeberkan. Namun, saya telah melayangkan gugatan perdata. Untuk itu, perkara tersebut tidak akan berjalan sebelum perkara perdata sudah diputus,” pungkasnya.

Reporter : jml
Editor : nr/wo
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA