oleh

Program PTSL dan Prona serifikat tanah di Karangwotan Menjadi Bancakan Sarekat Desa

PATI , Bratapos.com – Kemelut dan kesimpang siuran Pengurusan  sertifikat di Karangwotan masih  Karut marut . Mulai dari Program PTSL dan PRONA  karena masih banyaknya kasus  sertifikat ” Ngendhok” enyah dimana dan ditanggung Siapa , sehingga masyarakat resah karena menjadi Bulan Bulanan  Fihak panitia.

Program Presiden Joko Widodo  yang dimaksudkan meringankan beban masyarakat dalam sertifikat tanah  di Karangwotan bukannya menjadi Berkah  di masyarakat , tetapi menjadi momok masyarakat.karena adanya banyak kasus “Mbulet” Kurang tanggung Jawabnya Panitia  yang malah mempersulit masyarakat dengan memanipulasi  data , fakta , alasan yang intinya   menghambat masayarakat dalam penyelesaian sertifikat .

Kali ini korbannya 2  orang  an Ahmad  rifa’i  dan Topo , begitu di terangkan oleh Kakaknya in .”SLR”, dengan barang bukti  3 buah kwitansi  yang katanya sebagai “DP” Biaya pengurusan untuk disampaikan kepada Praktisi Hukum (PPAT) “WLY”, SH  yang berkantor di  Juwana Pati .

Menurut keterangan “JMR” atas keterangan “SLR” oknum Kadus di karangwotan tersebut  yang sedianya membantu Pengurusan / pensertifikatan tanah di Karangwotan  belum dapat ditemui (red.), Kejadian penyerahan Uang  untuk pengurusan sertifikat waktu itu , disaksikan  semua sarekat Desa karangwotan dan  Praktisi Hukum “WLY” dan teamnya di Kantor Desa karangwotan  terjadi sekitar pertengahan Tahun 2017 .

Fihak Korban  mengaku telah memberikan Uang sebesar 12 juta , disaksikan sarekat .  Keterangan diperkuat  kesaksian BP. Sulari (SR) warga Sugihan , Winong  Pati karena mengetahui semua  kejadian tersebut , dan bertanggungjawab terhadap penyelesaian  persoalan sertifikat tersebut .

SR menambahkan juga karena  satu tanah itu  dari membeli dan dua lainnya  adalah hak benefisier , warisan dari orang tua . jadi  satu, pemecahan menjadi dua sertifikat dengan kwitansi Rp.  dan satu lagi adalah membuat sertifikat senilai Rp. 4. 200.000.

Atas kejadian ini Fihaknya meminta tanggung Jawab Pemdes Karangwotan agar membantu penyelesaian  Akte Tanah tersebut agar tidak menajdi pertanyaan. Fihaknya juga meminta oknum sarekat desa penanggung Jawab Prona , ataupun PTSL yang diduga mengetahui , jika tanah tersebut sudah di  sertifikatkan , untuk membantu penyelesaian pensertifikatan Tanah adik –adik saya  di karangwotan tersebut “ Pungkas Sulari .

Reporter : Sholihul Hadi

Editor : zai

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA