oleh

Sopir Angkot Di Terminal Hutaimbaru Mengeluh Karna Penumpang Sepi

Sidimpuan , Bratapos.com – Puluhan sopir angkutan kota (Angkot) yang biasa “mangkal” di Terminal Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan kembali mengeluh terkait sepinya penumpang.

Hal ini terjadi salah satunya karena diduga sejumlah angkutan umum yang berasal dari pedesaan dan luar kota tujuan Padangsidimpuan tidak menurunkan penumpangnya di terminal tersebut. Justru angkutan umum yang seharusnya menurunkan penumpangnya di terminal Hutaimbaru, malah langsung mengantarnya ke Sadabuan dan pusat kota.

Demikian dikatakan para sopir ini saat menghadiri pertemuan dengan pihak Dinas Perhubungan, kepolisian dan Organda setempat di Terminal Hutaimbaru, Kamis (9/5).

Dalam pertemuan tersebut, S Harahap seorang sopir angkot mengatakan, siklus pergerakan penumpang di terminal yang dibangun yang dananya bersumber dari APBD itu, sehari-harinya sangat sepi dan tidak ada perubahan sama sekali. Hal ini justru membuat para supir mengeluhkan keadaan tersebut.

“Sepi penumpang, gimana kita mau cari setoran kalau peraturan di terminal ini tidak maksimal, karena angkutan umum yang masuk kota Padangsidimpuan yang datang dari arah Sibolga dan Tapsel seharusnya diwajibkan menurunkan penumpangnya di terminal, malah mengantarnya langsung ke pusat kota. Kondisi seperti ini sudah lama berlangsung dan malah ada terkesan pembiaran dari pengurus terminal dan pengurus line 01,” terangnya menyampaikan keluhannya.

Ia juga menjelaskan, penumpang mereka sudah sepi dan sekarang bertambah sepi lagi di terminal tersebut. Ia menduga, salah satu penyebab penumpang sepi karena terkait trayek, dimana sejumlah angkutan umum dari pedesaan sudah bebas mengangkut penumpang ke Sadabuan atau ke pasar.

“Penghasilan saya sebagai seorang sopir sangat tidak menentu. Mudah-mudahan Pemerintah Kota padangsidimpuan bisa mencarikan solusinya bagi kami para sopir yang mangkal di Terminal Hutaimbaru,” ujarnya.

Harahap juga menuturkan bahwa setiap angkutan umum yang memasuki kota Padangsidimpuan sudah tertuang dalam SK Walikota Psp Nomor: 171/KPTS/2014 tentang izin trayek angkutan mobil penumpang umum dan penempatan loket dan pool taksi L300 di dalam terminal tersebut.

Sebab, sambung dia, aturan yang yang telah diberikan Pemko Padangsidimpuan dalam memutuskan permasalahan angkutan umum yang ada di Terminal Hutaimbaru Pal IV Maria, bertujuan untuk menertibkan dan menata seluruh transportasi darat sehingga tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas dan permasalahan.

“Kita harus taat terhadap seluruh aturan yang telah ditetapkan Pemko untuk menertibkan angkutan umum, makanya kita harus menyesuaikan apa yang telah tercantum dalam SK Walikota tersebut.

Salah satu poinnya angkutan umum jenis L300 harus beralih dari Jalan Merdeka menuju terminal atau tidak lagi diperbolehkan menempatkan loket dan pool dibawah terminal, begitu juga angkutan pedesaan,” ujar Harahap mewakili para sopir trayek O1 kepada wartawan.

Terkait keluhan para sopir angkot tersebut, Plh Kadis Perhubungan Kota Padangsidimpuan Drs Yusnal Efendi Daulay sampai berita ini dirilis belum berhasil dikonfirmasi.

Pantauan di lapangan, pertemuan digelar setelah pihak Dinas Perhubungan bersama kepolisian dan Organda setempat mengumpulkan pengurus line trayek 01, pengusaha dan supir angkot di dalam terminal Hutaimbaru untuk mencarikan solusi permasalahan yang diakibatkan masih banyaknya angkutan dari pedesaan dan daerah lain yang tidak masuk dalam Terminal Hutaimbaru.

Tampak juga hadir dalam pertemuan tersebut yakni Kasat lantas Polres Kota Padangsidimpuan AKP Eridal Fitra SH dan Kapolsek Hutaimbaru AKP Sofyan SH bersama sejumlah personil lainnya untuk membahas solusi permasalahan di terminal Hutaimbaru.

“Permasalahan ini sepenuhnya diserahkan ke Pemko Padangsidimpuan untuk ditindak lanjuti, karena kepolisian sifatnya membantu agar lalu lintas di kawasan tersebut tidak terjadi kemacetan,” kata Eridal.

Reporter : Iwan Sumadi

Editor : zai

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA