oleh

Tim GAKY Pantau Garam Beryodium di Pasaran

Kendal, Bratapos.com – Tim GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium) Kabupaten Kendal Jawa Tengah, melakukan pantauan terhadap  peredaran garam dapur yang ada di pasaran, Rabu (8/5/2019). Tim Gaky terdiri dari perwakilan dari Polres Kendal, Satpolkar Kendal, Diskominfo Kendal, Kemenag Kenda, Dinas Perdagangan Kendal dan OPD terkait lainnya.

Ada Tujuh  pasar yang dijadikan sebagai sample yaitu pasar Sukorejo, pasar Kaliwungu, pasar Boja, pasar Weleri, pasar Cepiring, pasar Pegandon dan pasar Kendal Kota.

Tim GAKY melakukan pantauan dengan menguji kandungan yodium pada garam dapur, yang bertujuan untuk  menekan beredarnya garam yang tidak mengandung yodium.

Diketahui, Yodium adalah zat mineral yang sangat berperan dalam memproduksi hormon tiroid dan berperanan sangat penting dalam perkembangan otak, organ tubuh, pertumbuhan anak, pencernaan dan metabolisme makanan, mengatur suhu tubuh, serta mengendalikan kontraksi otot.

foto ilustrasi
foto ilustrasi

Yodium (iodine) merupakan sebuah senyawa kimia yang tidak mampu diproduksi oleh tubuh. Oleh karenanya, kecukupan kadar yodium dalam tubuh sangat bergantung dari asupan makanan sehari-hari.

Ketika masa kehamilan tiba, yodium bertanggung jawab atas perkembangan otak dan saraf serta pertumbuhan janin. Dengan jumlah yodium yang cukup, sel saraf bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Endang Jumini selaku koordinator Tim Gaky yang juga Kasi Kesehatan dan Gizi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, mengatakan bahwa kekurangan zat yodium berat akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti gondok (goiter), hipotiroidisme, kretinisme, dan penurunan kesuburan pada wanita.

” Pada lingkup populasi, kekurangan yodium berat dapat meningkatkan angka kematian bayi serta keterbelakangan mental “, kata Endang

Menurut Endang, di Indonesia, gangguan akibat kekurangan yodium masih menjadi salah satu masalah gizi yang paling utama. Kondisi ini seringkali dijumpai pada daerah pegunungan, di mana konsumsi makanan sehari-hari masih sangat bergantung pada produksi pangan setempat dengan kondisi tanah yang miskin yodium.

“Dimasukkanya yodium pada garam dengan asumsi dimana garam hampir bisa dipastikan dikonsumsi oleh seluruh lapisan  masyarakat dan harganya juga sangat terjangkau, sehingga dapat dipastikan masyarakat mampu memenuhi kebutuhan yodiumnya “, papar Endang.

Dari hasil pantauan Tim GAKY, peredaran garam di Kabupaten Kendal tahun 2019, yang  dikategorikan cukup kadar yodiumnya ada 78,38%, kategori kurang 4,05 %, dan yang tidak ada kandungan kadar yodiumnya sebesar 17,57%.

Jika dibandingkan hasil pantauan tahun sebelumnya, maka untuk tahun 2019 mengalami peningkatan cukup signifikan. Hasil pantauan tahun lalu yaitu kategori   cukup ada 58,46%, kategori kurang ada 15,39% dan yang tidak mengandung yodium ada 26,15%.

Langkah yang ditempuh oleh Tim Gaky ternyata mendapat tanggapan positip dari pedagang dan produsen garam.

Tim GAKY juga melakukan kunjungan dan sosiliasasi kepada produsen garam beryodium bermerek “MJ”, yang beralamat di desa Tempuran Kecamatan Patean.
Siti Umamah (25 tahun), pemilik usaha garam “MJ” mengatakan bahwa garam dapur produksinya cukup kadar yodiumnya dan dari hasil tes yang dilakukan oleh Tim Gaky memang menunjukkan kecukupan kadar yodium garam merk ” MJ “.

Reporter : Adang

Editing : Wo

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA