oleh

KETUA KPU KAB.NIAS BARAT TIDAK MELARANG WARTAWAN MELIPUT AWAL SAMPAI AKHIR

Kab.Nias Barat,bratapos.com – Terkait pernyataan rekan kerjanya anggota Komisiner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nias Barat Divisi Teknis Nigatinia Gulo SE, pada pelaksanaan rapat rekapitulasi surat suara Pemilu serentak Tahun 2019 sesuai peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bahwa Wartawan/Pers tidak boleh mengikuti proses dari awal hingga selesai, karena dirasa mengganggu tetapi boleh meliput hasil akhir.

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten  Nias Barat Famataro Zai mengatakan, Wartawan/Pers boleh mengikuti rapat pleno dari awal hingga selesai demi mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat.

Larangan tersebut diungkapkan Nigatinia Gulo SE kepada awak media diruang tunggu tamu Kantor Camat Mandrehe, saat melakukan monitoring pelaksanaan rapat pleno tingkat kecamatan. Kamis, 25 April 2019 lalu.

“Untuk duduk dan berlama – lama dalam ruangan mengikuti proses sampai selesai, janganlah. Kenapa mereka terganggu, tetapi untuk meliput hasil silahkan, ”ungkapnya.

Larangan tersebut diterangkannya ada peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), “ada aturan kami dan itu ketegasan Komisi Pemilihan Umum (KPU), peserta rapat pleno hanya yang diundang dan saksi yang punya mandat. ”Jelasnya.

Saat diterangkan kepadanya, bahwa dalam menjalankan tugas Jurnalistik sesuai amanat Undang – Undang Nomor 40 Tahun 1999 Wartawan/Pers tidak pernah mengharapkan tempat duduk. Juga mengganggu bahkan menghalangin proses jalannya rapat pleno, Nigatinia Gulo SE terus mengulang pernyataannya serta melempar pertanyaan kepada PPK Mandrehe. Ditanyakannya, apakah kalian terganggu dengan kedatangan Pers?.

Ketua PPK Mandrehe Desti Mental Hia menjawab, “memang terganggu. Apa lagi di dalam ruangan rapat pleno tersimpan kotak suara. ”Ujarnya.

Dengan tangkas terkesan terburu – buru Nigatinia Gulo SE minta pamit pergi melanjutkan monitoring di Kecamatan Moi, Kabupaten Nias Barat.

Mendapat penyataan seperti itu dan supaya tidak salah mengartikan serta orang lain yang mendengarnya, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak pengamanan yang berada ditempat tersebut. Guna menyatukan persepsi bila dikemudian harinya ada rekan LSM/Pers, datang melakukan pemantauan atau peliputan rapat pleno namun mereka tidak bisa memberi tanggapan.

Kapolsek Mandrehe Iptu B. Harefa SH saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, ia juga susah menterjemahkan maksud perkataan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nias Barat ini. Dan menyampaikan sedang berada dilapangan, juga Bawaslu Kabupaten Nias Barat karena tidak berada ditempat.

Saat dikonfirmasikan hal tersebut kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nias Barat Famataro Zai langsung mengklarifikasi dan menegaskan, bahwa tidak ada larangan bagi Wartawan/Pers dalam menjalankan tugas peliputan penyelenggaraan Pemilu.

“Dalam penyelenggaraan Pemilu serentak ini tidak ada peraturan menyangkut pelarangan Wartawan/Pers dalam menjalankan tugas Jurnalistik. Rekan Wartawan/Pers boleh mengikuti rapat pleno dari awal hingga selesai, demi mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat. ”Ujarnya.

Dijelaskan Famataro, memang ada peraturan mengenai peserta rapat pleno tetapi ketentuan tersebut jangan diterjemahkan secara sempit. Karena akan terbentur dengan peraturan lain, ia meminta LSM/Pers media cetak, elektronik dan online untuk bekerjasama mengawal. Serta memberitakan pelaksanaan rapat pleno tingkat Kabupaten, yang dalam waktu dekat dilaksanakan.

“Kita malah mengharapkan LSM/Pers itu sebagai Mitra Kerja untuk datang mengikuti tahap demi tahap proses penyelenggaraan pemilu, nanti pada rapat pleno tingkat Kabupaten Nias Barat, saya minta datang tidak ada larangan untuk melakukan peliputan. ”Ungkapnya mengakhiri.

Atas pernyataan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nias Barat ini, anggota Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara (LPPNRI), juga Bebagai media wilayah Kabupaten Nias Barat menyarankan. Agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nias Barat.

Reporter : Sabar

Editing : Wo

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA