oleh

Demo Sempat Memanas, Ketua Bawaslu Temui Pendemo

SUMENEP, BrataPos.com – Ratusan warga yang mengatasnamakan sebagai kelompok masyakat peduli demokrasi, melakukan aksi di kantor Bawaslu, di Jl KH. Mansyur No. 64 Pengarangan Kabupaten Sumenep, Rabu (08/05/2019).

Massa aksi yang mengatasnamakan sebagai Kelompok Masyarakat Peduli Demokrasi tersebut meminta kejelasan dan kepastian hukum terhadap kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang telah dilaporkan oleh masyarakat Dapil II ke Bawaslu.

Akan tetapi, sampai usai penghitungan rekapitulasi tingkat Kabupaten, Bawaslu belum memberikan kejelasan sejauh mana prospek laporan tersebut.

“Kami (kesini red) menuntut keadilan kepada Bawaslu terhadap laporan-laporan yang sudah kami laporkan. Tapi sampai saat ini kasus tersebut tidak ada kejelasannya,” tutur salah seorang orator saat menyampaikan aspirasinya. Rabu (08/05/19).

Bawaslu kali ini adalah Bawaslu terburuk di Kabupaten Sumenep, tidak transparan dan tidak berpihak kepada masyarakat.

“Sampai-sampai kasus yang sudah nyata dan dengan alat bukti yang cukup, Bawaslu Sumenep tidak memberikan kepastian hukum,” ujar Korlap Aksi.

Ratusan massa aksi terus melakukan aksi-aksi protes kepada Bawaslu, sehingga hampir tak bisa dikendalikan. Massa aksi nyaris menyerodot ketua Bawaslu yang hendak menemui mereka di halaman kantor Bawaslu.

Massa aksi ditemui langsung oleh ketua Bawaslu Sumenep, Anwar Noris didampingi oleh Imam Syafi’i, Koordiv Hukum Data dan Informasi didalam pagar. Sementara massa aksi berada diluar pagar halaman kanto Bawaslu.

“Kedatangan kami (kesini red) yang pertama meminta ketegasan dan ke transparanan dari Bawaslu terhadap kasus yang sudah kami laporkan. Kedua segera putuskan temuan yang sudah dilaporkan,” kata Supardi, korlap aksi.

Selanjutnya, Supardi meminta Bawaslu untuk segera menangani temuan OTT money politik yang terjadi di Kecamatan Saronggi pada tanggal 16 April 2019 tepatnya pada masa hari tenang.

“Ke-empat, kami minta Bawaslu benar-benar profesional. Karena semua masyarakat sudah tahu bahwa bukti-bukti sudah masuk di Bawaslu serta hari ini pula kami tunggu keputusannya,” desak Korlap.

Bambang, Aster Korlap menambahkan bahwa dalam temuan tersebut sudah jelas dengan bukti-buktinya, yakni terdapat foto stiker salah satu caleg, list nama-nama calon penerima dan uang yang akan diberikan.

Sementara itu, Anwar Noris ketua Bawaslu Sumenep, saat menemui massa aksi menceritakan kronologi penemuan tersebut dan menyampaikan bahwa sejauh ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih dalam.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap Kapolsek, Danramil dan juga Pak Camat Saronggi. Sudah kami mintai keterangan, termasuk orang-orang yang diamankan serta list-list nama itu dan sampai saat ini kita sedang mendalami kasus tersebut,” pungkasnya dihadapan massa aksi.

Reporter : sabit/zr
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA