oleh

BERMULA Caplok Trotoar Buat Lahan Parkir” DI SULAP CAPLOK TROTOAR JADI TAMAN BUNGA

LUBUK BASUNG AGAM , Bratapos.com – Ketersediaan ~ fasilitas ” TROTOAR” merupakan hak pejalan kaki , hal tersebut tertuang dalam Pasal 131 ayat ( 1 ) UU LLAJ” Ini artinya trotoar” diperuntukkan untuk pejalan kaki, bukan untuk kepentingan pribadi”.

Dalam Pasal 25 ayat (1) huruf h. UU LLAJ, bahwa setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan jalan, yang salah satunya berupa fasilitas pendukung kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan yang berada di jalan dan di luar badan jalan.

Berkaitan dengan trotoar sebagai perlengkapan jalan, berdasarkan Pasal 28 ayat ( 2 ) UU LLAJ, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan.

Ada 2 ( dua ) macam sanksi yang dapat dikenakan pada orang yang menggunakan trotoar sebagai milik pribadi dan mengganggu pejalan kaki:

1*Ancaman pidana bagi setiap orang yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 ( satu ) tahun atau denda paling banyak Rp. 24.000.000,00 ( dua puluh empat juta rupiah) Pasal 274 ayat ( 2 ) UU LLAJ).

2*. Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda ,paling banyak Rp. 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) Pasal 275 ayat ( 1 ) U U LLAJ.

Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan (“PP Jalan”). PP Jalan ini salah satunya mengatur tentang bagian-bagian jalan yang meliputi ruang manfaat jalan, ruang milik jalan, dan ruang pengawasan jalan (Pasal 33 PP Jalan).

Berdasarkan Pasal 34 ayat (1) PP Jalan, ruang manfaat jalan meliputi badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya.

Manfaat jalan itu hanya diperuntukkan bagi median, perkerasan jalan, jalur pemisah, bahu jalan, saluran tepi jalan, trotoar, lereng, ambang pengaman, timbunan dan galian, gorong-gorong, perlengkapan jalan, dan bangunan pelengkap lainnya [Pasal 34 ayat (3) PP Jalan].

Fungsi trotoar pun ditegaskan kembali dalam Pasal 34 ayat (4) PP Jalan yang berbunyi: “TROTOAR” sebagaimana dimaksud pada ayat (3) hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki.

Namun ironisnya RS. Rizki Bunda, Yang berdiri di jalan gajah mada Lubuk~ Basung Kabupaten Agam Provinsi Sumatara Barat ( SUMBAR ) yang dulunya Caplok Trotoar Sebagai Lahan Pakir” .Sekarang “caplok” trotoar menjadi taman Bunga ” Sekarangpun jadi Perbincangan Pubilik ~Ada Apa ?

Ditempat terpisah sebut Saja iwan melayau” Apa pun kebijakan yang di lakukan oleh Pihak Awak menajemen ” RS RIZKI BUNDA ” dari dulunya Caplok ‘ trotoar’ buat lahan pakir” Sekarang di Sulap jadi taman Bungga itu jelas sudah melagar hukum” pasalnya trotoar di gunakan bagi pejalan kaki bukan untuk ke petinggan pribadi” pungkas “.iwan malayu”

Nada serupa di Sampaikan di sampaikan seorang pejalan kaki yang. ngak mawu di sebut kan namanya” dulu trotoar di caplok jadi lahan pakir ” sekarang di sulap jadi taman bunga” itupun akan mengabat bagi peguna jalan kaki pungkasnya Senen 6/ 5 – 2019 di lubuk — basung

Sementara itu. tim LSM GARUDA .NASIONAL mintak kepada pihak intasi terkait untuk menidak lajuti Hasil pemberitaan dari awak media ini.

Pasalanya kalau tidak di tidak lajuti tidak tertutup kemukinan ke curigaan publik Makin bertambah,,ujarnya.

Reporter : man

Editor : zai

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA