oleh

SIANAK PANTI MAJU KE PARLEMEN DENGAN MODAL MINI

Kabupaten Agam ( Sumbar ) , Bratapos .com – Pria kelahiran 27 Mei 1991 ini Sudah bisa dapat di pastikan menjadi Anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) mewakili Dapil Agam I ( Satu ) yang meliputi Kecamatan Lubuk Basung dan Tanjung Mutiara.

Khairil adalah pemuda desa asal Batu Palano, Jorong Tandikek, Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam Provinsi -Sumatara – Barat Ia tinggal dan dibesarkan di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Lubuk Basung sehingga orang – orang menjulukinya “si anak panti”.

Tamat dari SMAN 2 Lubuk Basung, ia melanjutkan studi di IAIN ( kini UIN ) Imam Bonjol Padang hingga meraih gelar Sarjana Hukum Islam.

Setelah tamat kuliah , Khairul banyak memberikan perhatiannya untuk kampung halaman. Ia aktif berkiprah di sejumlah organisasi yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari sosial hingga dakwah.

Di bidang kepemudaan, Kharul aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ) Kabupaten Agam. Ia pernah menjabatn sebagai Wakil Sekretaris ( KNPI ) Agam ( 2016 – 2018 ).

Di bidang sosial, Khairil memberikan bimbingan dan pelayanan bagi anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang kurang mampu lewat Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak ( LKSA ) Panti Sosial Asuhan Anak ( PSAA ) Kabupaten Agam Provinsi -Sumatara –Barat ( Sumbar )

Adapun di bidang dakwah, Khairil aktif sebagai mubalig dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kabipaten Agam (2010-2018).

Besarnya dukungan dari masyarakat di Kecamatan Lubuk Basung dan Tanjung Mutiara menjadi faktor pendorong Khairil memilih mencalon di DPRD Kabupaten Agam pada pemilu 2019.

Modal Kampanye Minim Tidak mudah memang menembus ketatnya persaingan politik pemilu 2019. Biaya politik yang tinggi, mengharuskan caleg didukung oleh modal besar. Tetapi, tidak dengan Khairil.

Khairil secara blak-blakan mengaku pada Pemilu 2019 ini, ia hanya menghabiskan Rp15 juta untuk membiaya seluruh kegiatannya sepanjang tahapan pemilu 2019.

Biaya itu ia gelontorkan untuk operasional dirinya dan tim selama pemilu seperti mencetak dan memasang Alat Peraga Kampanye (APK) serta membiayai kegiatan sosialisasi mengantar bahan kampanye dari rumah ke rumah.

Dana Rp15 juta itu tergolong kecil dibandingkan dana kampanye caleg-caleg pada umumnya.

Dengan modal kampanye minim, Khairil lebih banyak menerapkan model kampanye simpatik dan tatap muka. Apalagi, dirinya aktif di organisasi KNPI dan Muhammadiyah. Jaringan organisasi itu banyak mendukung pilihannya saat terjun ke politik.

Khairil tidak hanya lolos sebagai anggota dewan di usia muda. Khairil membuktikan diri mampu bersaing dengan politisi senior lainnya.

Dengan keberhasilan Khairil Hidayat menembus DPRD Kabupaten Agam, ia berharap banyak anak muda Kabupaten Agam aktif dalam politik.

Khairil Hidayat merupakan satu di antara 45 orang caleg terpilih hasil pemilu 2019. Jika tidak ada perubahan, Khairil bakal dilantik pada Agustus 2019 mendatang.

Reporter : Man

Editor : zai

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA