oleh

Eksekusi PKL Diwarnai Protes

SITUBONDO, BrataPos.com – Proses eksekusi yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Situbondo terhadap tiga warung PKL (pedagang kaki lima) di Desa Gudang Rt.01 Rw.02, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo diwarnai protes, Sabtu, (4/5/2019).

Protes dilakukan oleh Ustabrani salah satu menantu pemilik warung PKL yang terkena penggusuran.

Awalnya eksekusi yang dimulai sekitar pukul 08.30 Wib terhadap tiga warung PKL itu berjalan mulus, tidak ada gejolak berarti. Namun setelah Pol PP yang di backup oleh petugas Polres Situbondo usai melakukan pembongkaran, seseorang bernama Ustabrani yang juga mengaku dari LSM GMBI muncul dan memprotes tindakan petugas.

“Saya kecewa atas apa yang dilakukan Pol PP, main bongkar saja. Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan antara Pemda dengan pemilik warung. Yang menggagalkan kesepakatan ya mereka, kita mau dengan kesepakatan bahwa PKL akan dipindah asalkan disediakan lahan pengganti,” ujarnya lantang.

Lebih jauh Ustabrani juga menuduh jika tanah yang sedang dalam sengketa adalah lahan milik daerah, namun telah dijual kepada pihak PG Asembagus.

“Siapa lagi yang menjual lahan ini, kalau bukan mereka-mereka,” kata Ustabrani tanpa menyebutkan siapa mereka yang dituduh itu.

Saat Ustabrani protes, ia terlihat emosi dan mencak-mencak. Namun kehadirannya terlihat dicueki oleh petugas. Tanpa melakukan tindakan, para petugas itu meninggalkan Ustabrani yang marah-marah.

“Ya jelas marah saya, karena ini sudah menyalahi kesepakatan. Intinya ini pengrusakan oleh aparat terhadap milik rakyat. Negara ini sudah hancur, pemerintahan sekarang ini hancur,” bebernya.

IMG-20190504-WA0022

Sementara itu Penyidik Pegawai Negeri Sipil Satpol PP Kabupaten Situbondo, Sutikno menyatakan eksekusi tersebut tidak serta merta dilakukan. Namun sudah melalui prosedur sebagaimana yang berlaku.

“Prosesnya itu tiga bulan, yakni melalui pemberitahuan Dinas PUPR yang menyatakan lahan negara tersebut dibutuhkan. Sementara masih ada PKL diatasnya, maka PKL tersebut disuruh segera pindah,” ujarnya.

Sutikno mengaku jika pihak Pemerintah Kabupaten sudah melakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Pihak PUPR sudah melakukan teguran pertama, teguran kedua dan teguran ketiga. Namun tidak diindahkan. Maka dilimpahkan ke Satpol PP. Kami selaku penegak Perda juga sudah melakukan teguran pertama, kedua dan teguran ketiga. Namun tetap tidak diindahkan, maka jalan terakhir eksekusi,” ucapnya.

Namun usai eksekusi ada protes, Sutikno menyatakan tidak masalah. Bahkan dirinya mempersilahkan pihak yang keberatan untuk menempuh jalur hukum.

“Protes tidak masalah, silahkan tempuh jalur hukum, pra peradilan misalnya,” katanya.

Deketahui nama pemilik PKL itu bernama Poniman. Ia pedagang bakso, Sukir es campur, maryati warkop.

Reporter : dayat
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA