oleh

Ir.Sugiono: Kenanglah Jasa Dan Perjuangan  Guru

Sleman-DIY, Bratapos.com – Ilmu, guru dan murid adalah tiga hal yang saling terkait. Ketiganya merupakan rangkaian yang tak terpisahkan. Akan disebut guru jika ada murid. Begitu juga sebaliknya. Guru dan murid ada kalau ada ilmu yang diajarkan dan dipelajari. Begitulah siklus yang selalu berlaku dalam sepanjang sejarah manusia.

Jika kita mencoba merenung dan berpikir siapakah orang yang paling berjasa dalam hidup kita setelah kedua orang tua kita? Jawabannya pastilah Guru. Guru ibarat pelita yang menjadi penerang dalam gulita.

Guru selalu memberikan santapan jiwa dengan ilmu, pembinaan akhlak mulia, dan meluruskan perilaku yang buruk. Oleh karenanya, guru mempunyai kedudukan tinggi dalam agama Islam.

Alumni SMA N Kendal 1984 berfoto bersama dengan Ibu Sularmi
Alumni SMA N Kendal 1984 berfoto bersama dengan Ibu Sularmi

“Sesungguhnya Allah, para malaikat dan semua makhluk yang ada di langit dan di bumi, sampai semut yang ada di liangnya dan juga ikan besar, semuanya bershalawat kepada muallim (orang yang berilmu dan mengajarkannya) yang mengajarkan kebaikan kepada manusia (HR. Tirmidzi).

Guru adalah sebuah profesi yang sangat mulia karena di tangan merekalah masa depan sebuah bangsa ditentukan.

Namun, akhir-akhir ini kita seringkali dikejutkan dengan adanya kejadian dimana ada seorang murid yang memperlakukan gurunya dengan perilaku dan perbuatan yang sangat tercela.

Sebuah perilaku yang tidak mencerminkan perilaku seorang anak manusia yang bermartabat dan bagaimana seharusnya memperlakukan guru pada porsi serta kedudukannya.

Seperti peristiwa yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu, di sebuah sekolah menengah di Kabupaten Kendal Jawa Tengah. dimana seorang murid berbuat melebihi batas-batas norma kesusilaan. Sebuah tindakan yang  sungguh sangat memalukan dan memilukan.

” Momentum Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei, menjadi momentum yang sangat tepat sebagai pengingat bagi kita, tak terkecuali Alumni SMA Negeri Kendal 1984 untuk kembali mengenang kiprah dan perjuangan para gurunya “, kata Ir. Sugiono, selaku ketua Alumni SMA Negeri  Kendal tahun 1984.

Untuk itu, sebagai wujud rasa terimakasih, rasa hormat dan penghargaan yang tinggi atas segala jasa yang telah diberikan kepada anak didiknya, sebanyak 30 orang alumni SMA Negeri Kendal tahun 1984, melakukan anjangsana kepada salah seorang guru yang berdomisili di Godean Kabupaten Sleman Yogyakarta, dimana saat ini tengah terbaring sakit, Rabu (1/5/2019).

Allumni SMA Negeri 1984 tidak hanya datang dari kota Kendal namun ada juga yang datang dari kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Magelang, Demak dan kota-kota  lainnya.

Beliau Adalah Sularmi ( 76 tahun), putri JogjaKarta, aktif mengajar dari tahun 1968 di Jogjakarta dan menikah dengan pria asal Kaliwungu Kendal bernama Farhan. Kemudian Ibu Sularmi pada tahun 1970 pindah ke Kendal dan mengajar di SMAN Kendal. Selama pengabdiannya beliau pernah mengajar bahasa Inggris dan terakhir sebagai guru Bimbingan Konseling dan purna tugas pada tahun 2003.

Moh.Yasin Salah seorang guru, rekan dari Ibu Sulami pada saat mengajar di SMA Negeri Kendal mengatakan bahwa ibu Sularmi adalah seorang guru yang penuh dedikasi, lemah lembut dan penuh kasih kepada murid-muridnya, penuh tauladan serta low profile.

” Saya sebagai rekan kerjanya saat mengajar di SMA Negeri Kendal, sangat menghargai dengan segala perjuangan dan pengabdian beliau walaupun beliau adalah istri dari seorang pejabat di Kabupaten Kendal namun beliau tetap rendah hati dan sederhana. Ibu Sularmi telah mengabdikan seluruh hidupnya di dunia pendidikan untuk memberikan sebuah harapan agar para muridnya mampu menggapai hidup yang lebih baik “, kaya Yasin.

Reporter : adang

Editor : dr

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA