oleh

Jual Arak, Basir Harus Menikmati Kursi Pesakitan

GRESIK, BrataPos.com – Penjual arak asal Tuban, Rais Nurwanto alias Basir harus merasakan panasnya duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Selasa sore (23/4/2019).

Pria 40 tahun asal Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, diseret kemeja hijau lantaran terjerat perkara minuman keras (miras). Dia menjual miras yang memiliki kandungan alcohol lebih dari ketentuan.

Terdakwa dianggap bersalah karena menjual minuman beralkohol (mihol) jenis arak. Miras yang dijual pada Desember 2018 lalu tidak ada izin dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM). Akibatnya, dia terancam dikenakan pasal 142 UU RI No 18 tahun 2012 tentang Pangan Jo pasal 84 ayat (2) KUHP.

Jaksa penuntut umum (JPU) Beatrix Novi Temmar dalam berkas dakwaannya menjelaskan, batas konsumsi Etanol pada tubuh manusia adalah 0,5 persen.

“Sementara arak yang dijual terdakwa memiliki kadar Etanol sebanyak 21,61 persen. Minuman ini (Arak, Red) sangat membahayakan manusia,” ujar Novi.

WhatsApp Image 2019-04-24 at 07.15.14 (1)

Dijelaskan, terdakwa tertangkap petugas pada Desember 2018 lalu. Saat itu dirinya dihubungi oleh terdakwa Hanis Wahyudi yang dituntut secara terpisah. Dia mendapat pesanan arak sebanyak 30 dus. Setelah pesanan disanggupi, arak tersebut dikirim menggunakan kendaraan mobil Nissan Xtrail L 1172 BL.

Namun, saat itu Hanis hanya memiliki uang yang cukup untuk membayat 15 dus. Sisanya akan dicarikan hutangan untuk melunasi kekurangannya. Transaksi pun dilakukan di rumah seorang saksi bernama Mahmud.

Saat itulah anggota Satreskrim Polres Gresik mendapatkan informasi adanya transaksi miras dengan jumlah yang besar. Sejumlah anggota bergerak dan melakukan penangkapan.

“Kedua terdakwa berhasil diamankan beserta barang bukti. Terdakwa tidak menyampaikan keberatan,” kata Novi.

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Putu Gde Hariadi mengakhiri persidangan. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

“Sidang ditunda minggu depan. Jaksa tolong hadirkan saksi, agar persidangan lancar,” pinta hakim sambil mengetuk palu.

Terdakwa yang memaki kacamata dengan rompi oranye keluar dari ruang sidang. Ia dikawal petugas dibawa ke ruang tahanan.

Reporter : Jml
Editor      : Nr
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA