oleh

Wabup Tapsel Ajak Masyarakat Selamatkan Bumi Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi

TAPSEL,BrataPos.com – Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Aswin Efendi Siregar melakukan penanaman pohon di area site project Sipirok dalam rangka memperingati Hari Bumi 2019, Senin (22/4/2019).

Selain Wabup Tapsel, kegiatan ini juga dihadiri Dandim 0212/TS Letkol Inf. Akbar Nofrizal Yusananto, Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib, Wakil Rektor III UMTS Syawaluddin, pimpinan OPD, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Raja Luat Sipirok, Raja Luat Marancar, Direktur Eksekutif LSLI, Ketua DPD KNPI Tapsel Hajrul Aswat Siregar.

Wabup Tapsel H Aswin Efendi Siregar dalam sambutannya mengatakan, Hari Bumi (Earth Day) merupakan hari pengamatan tentang bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet bumi yang menjadi tempat tinggal kita.

Hari Bumi terinspirasi karena makin berkembangnya kerusakan di muka bumi akibat kegiatan-kegiatan yang tidak berwawasan lingkungan, sehingga dikhawatirkan dapat mengancam kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

Untuk itu, kita semua berkewajiban untuk menyelamatkan bumi, karena segala sesuatu yang kita butuhkan untuk mempertahankan hidup berasal dari bumi.

Untuk itu diperlukan “gerakan revolusi mental” agar dapat merubah sikap kepada hal-hal yang lebih peduli terhadap kelestarian bumi dan keasrian lingkungan hidup, melalui pembelajaran di sekolah-sekolah dan gerakan-gerakan nyata dilapangan

Wabup semua pihak untuk lebih peduli terhadap keselamatan bumi kita ini agar menjadi bagian dari pameran Gerakan Revolusi Mental sebagaimana telah dicanangkan dalam Inpres No. 12 Tahun 2016.

Sebelumnya Vice President of Communications & Social Affairs PT NSHE, Firman Taufick dalam sambutannya mengatakan, saat ini bumi menghadapi ancaman besar berupa perubahan iklim (Climate Change).

Ancaman perubahan iklim ini telah makin menjadi kenyataan seperti bencana ekologi, badai yang sering terjadi disejumlah negara begitu juga dengan makin meningkatnya suhu bumi serta perubahan iklim yang sudah tidak menentu

Perubahan iklim ini terjadi akibat selama ratusan tahun manusia terus menerus melepaskan emisi karbon ke atmosfir dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi.

Untuk mengatasi perubahan iklim adalah dengan menggunakan energi terbarukan seperti PLTA agar dapat mengurangi emisi karbon akibat penggunaan energi fosil, selain itu dengan memperbanyak penanaman pohon seperti pohon Meranti merah dan Meranti batu sebagai langkah efektif untuk mengurangi emisi karbon dan juga melindungi punahnya species yang ada di hutan ini.

Reporter : Iwan

Editing : Wo

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA