oleh

Proyek Pembangunan Tower Diduga Bodong, Dihentikan Satpol PP

MALANG, BrataPos.com – Pembangunan tower milik PT. Tower Bersama Group (PT. TBG) di Dusun Madurejo, Rt.04 Rw.03, Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang diduga tidak mengantongi izin dari dinas terkait.

Tower yang sudah berdiri itu, dihentikan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Malang bersama warga. Senin, (22/4/2019).

Terjadinya dihentikan dalam pembangunan oleh petugas Satpol PP. Berawal dari keresahan warga tentang adanya pembangunan tower di wilayahnya. Lalu warga melaporkan ke Satpol PP.

Sempat terjadi keributan antara warga sekitar dengan pemborong tower. Namun keributan tersebut berhasil dilerai oleh petugas Satpol PP.

Menurut Rosidi pembangunan tower di wilayahnya belum mempunyai ijin, akan tetapi PT. Tower Bersama Group (PT. TBG) selaku pemilik sudah berani membangun tower.

“Untuk itu, warga menuntut pada PT. TBG menghentikan sementara pembangunan tower. Kami minta kompensasi terhadap warga terdampak serta minta diberi fasilitas umum seperti pembangunan Musholah,” kata Rosidi di lokasi.

Rosidi menambahkan, ada sedikit adu mulut antara masyarakat dengan pemborong tower. Pasalnya masyarakat dijanjikan kompensasi.

“Tapi sampai saat ini tidak terealisasikan kepada lingkungan setempat,” sambung dia dengan penuh kesal.

IMG-20190422-WA0006

Hal yang sama dikatakan oleh Buari selakubketua Rt. Ia merasa was-was dampak negatif terhadap pembangunan tower di wilayahnya.

“Warga saya resah terhadap dampak negatif, jika ijin dari pembangunan tower tersebut belum ada. Dan ironisnya, warga belum menerima kompensasi Mas,” ujar Buari.

Heri salah satu anggota Satpol PP yang datang di lokasi mengatakan, pekerjaan pembangunan tower diminta berhenti sementara, dan akan memanggil pemilik Perusahaan pembangunan tower tersebut.

“Akan kita panggil PT. TBG pemilik perusahaan pembangunan tower tersebut hari Rabu 24 April 2019, kita mintai keterangan dan akan kita mediasi dengan warga terkait permintaan kompensasi terhadap warga terdampak serta permintaan fasilitas umum,” kata Heri menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara pihak pemborong pekerjaan tower enggan diwawancara, ia langsung meninggalkan lokasi.

Reporter : hadi/ali
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA