oleh

Diduga Aniaya Teman Sekelas, 11 Santri Ikuti Sidang Diversi

GRESIK, BrataPos.com – Pengadilan Negeri (PN) Gresik, gelar sidang diversi perkara dugaan penganiayaan. Sebanyak 11 anak dibawah umur diduga pelaku, masuk kedalam ruang sidang utama, kemarin (16/4/2019).

Mereka didampingi beberapa unsur terkait, seperti Badan Pemasyarakatan dan P2TP2A Dinas KBPP Gresik serta pelapor.

Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Sebagaimana disebut dalam Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (“UU SPPA”.

Diversi kali ini Hakim Aries Deddy sebagai fasilitator terlebih dulu menggali adanya permintaan maaf, dari kedua belah pihak. Selanjutnya hakim meminta dasar sebagai permintaan kesepakatan pihak korban. “Belum ada kesepakatan, Diversi dilanjutkan pada 30 April mendatang,” tukasnya.

Sementara itu, Muswargio (ayah korban) tidak bisa menerima hasil diversi kali ini. Sebab menurutnya awal musyawarah di kepolisian pihaknya meminta diganti uang Rp.125 juta. “Saya tetap dengan keputusan saya,,” terang warga Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Diketahui, pada berita acara diversi disebutkan Jaksa anak Kejari Gresik diketahui Aditya Budi S, bahwa ada perdamaian dengan syarat yang memang didasari undang undang 11 huruf (a) tahun 2012. “Betul dalam berita acara ada kesepakan sebelumnya,” terang Aditya.

Kasus ini bermula adanya dugaan korban berinisial AA (16) telah dituduh mengambil uang salah satu santri. Kemudian korban dikeroyok 11 santri lainnya hingga pingsan. Orang tua korban yang tidak terima perlakuan pada anaknya, lalu melaporkan ke pihak berwajib.

Idam Kholik SH, kuasa hukum 11 terlapor mengatakan kesepakatan dengan nominal Rp.125 juta dirasa berat. Sebab seluruh orang tua terlapor merupakan bukan orang kaya, dan hanya mampu memberikan penganti Rp 35 juta. “Terlapor ini juga harus konsentrasi sebagai pelajar,” katanya.

Sebelas terlapor diduga melakukan pengeroyokan pada korban berinisial AA (16) yang sama sama menjadi santri disalah satu Ponpes di daerah Kebomas Gresik.

Mereka ramai-ramai memukuli korban hingga luka di mata dan kepala yang membuat korban jatuh pingsan. Kemudian oleh keluarga korban di rawat di RSUD Ibnu Sina, Gresik.

Terlapor, 11 pelaku juga tengah melakukan wajib lapor ke Polisi dua kali dalam seminggu. Mereka mengakui semua tindakan yang dilakukan. Terlapor dan pelapor merupakan santri.

Reporter : jml
Editor : nr
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA