oleh

Kisah Dua Bocah Rahman dan Wahid Penjual Krupuk Keliling

Padang Sidimpuan, bratapos.com –  Umumnya anak anak seusia mereka masih di berikan pembekalan oleh orang tua mereka perlu pengawasan agar pendidikan mereka kedepan lebih baik dan beramanfaat sebagai generasi penerus bangsa ini.

Akan lain hal kedua anak ini (bocah) tidak menyurutkan hati dan semangat untuk mewujudkan cita cita demi harapan orangtua, di dalam situasi ekonomi sulit mereka ikut turun membantu walau dengan berjualan kerupuk keliling untuk mendapatkan uang agar dapat menanggulangi beban berat orang tua mereka.

Terbesit nama kedua bocah yang di jumpai awak media bratapos.com di sebuah kantor Dinas Pemerintahan Jumat (11/4). tanpa sengaja singgah untuk menawarkan kerupuk kepada beberapa orang supaya mau membeli dagangannya.

Rahman Zuhri Manurung yang sekarang pendidikannya sampe tingkat SMP kelas 1 tidak bersekolah lagi alasan dimana keadaan ekonomi, sedangkan Wahid Ray Epan Hrp yang duduk di bangku kelas V SD dengan semangat nya tetap terus ingin bersekolah.

Aku bang kepingin sukses bang biar kedua oerang tuaku bisa naik Haji walaupun sekolh ku putus tetap saya tidak patah semgat untuk mengapai cita cita…. “ucap”Rahman.

Begitu dengan Wahid semoga abang, kelak aku bisa seorang guru biar bisa mengajar” terangnya dengan nada semangat dan ceria.

Sungguh tidak disangka dan terharu betapa kedua nya begitu semangat tuk menjalani hidup hampir saja (aku red..) sempat berkaca kaca mau meneteskan air mata teringat akan kepada orang tua yang telah bersusah payah di dalam membesarkan semenjak dari kecil sampai dewasa. Janganlah kita sempat melupakan jasa jasa Ayah-ibu kita apalagi kita srbagai ummat muslimin dan muslimat yang di ridhoiNya (Aminn).

Keinginan bersama mari kita bina dan lakukan pengawasan agar anak anak seusia dini bisa dibekali, tuntunan supaya tetap bersekolah yang notabenya” Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan yang tertera UUD Pasal 31ayat 1

Reporter : Iwansumadi.

Editing : Wo

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA