oleh

Waspada Serangan Fajar

BENGKAYANG, BrataPos.com – Untuk menghindari kasus hukum yang berakibat pada di eleminasi oknum Caleg, yang melakukan money politik pada Pemilu 2019 nanti.

Maka oknum Caleg biasanya melakukan beberapa cara tipu-tipu, untuk menghindari aparat hukum yang berkaitan dengan pelanggaran ketentuan Pemilu antara lain :

Agar tidak dicurigai oleh PPATK tentang penarikan dana yang pasti termonitor. Maka oknum Caleg, sudah antisipasi dengan menarik dana minimal 2 tahun, sebelum Pemilu (Caleg inkumben yang mencalonkan kembali) dan disimpan di save hause atau dititip.

Hal itu, kerja sama dengan pemilik toko atau disimpan tunai di rumah. Kemudian dananya dipergunakan untuk membeli suara yang biasanya dikenal dengan upaya serangan fajar.

Membuat kesepakatan dengan calon pemilih yang mudah percaya. (biasanya ada hubungan keluarga/kerabat) dengan membayar suara dengan kwitansi bodong. Misalnya satu keluarga memiliki adik beradik, menantu mempunyai hak pilih 20.

Maka dibuat kesepakatan dalam bentuk kwitansi senilai Rp.4 juta dengan catatan akan dibayar setelah pelaksanaan Pemilu. Bagaimana seandainya oknum Caleg tersebut tidak terpilih karena kekurangan suara.?

Oknum Caleg bekerja sama dengan toko elektronik dengan menyimpan dana di toko tersebut. Dan meminta calon pemilih mengambil barang-barang/ekektronik sesuai jumlah suara yang seimbang dengan barang yang diambil oleh pemilik suara.

Misalnya, si-pemilih bisa menyumbang 40 suara. Maka barang yang diambil senilai Rp.8 juta demikian seterusnya. Sekarang kecerdasan dan kemauan aparat hukum memang dituntut ekstra disini.

Kalau kita ingin hasil Pemilu Legislatif kita yang jujur, bermartabat dan berkualitas yang akhirnya menghasilkan anggota legislatif yang jujur, amanah dan berkualitas.

Hari Rabu tanggal 17 April 2019 tinggal 4 hari lagi. Mari kita ingatkan kepada seluruh masyarakat Bengkayang yang sudah mempunyai Hak Piliih. Mari kita sukseskan Pemilu 2019 dengan beramai-ramai menggunakan hak pilh kita sesuai hati nurani kita dan jangan Golput.

Karena suara anda akan menentukan siap Presiden dan Wakil Presiden dan siapa wakil rakyat kita 5 Tahun yang akan datang. Berbeda pilihan itu keniscayaan. Tetapi kita tetap Indonesia yang satu.

Ketentuan tentang serangan fajar yang menggunakan uang untuk memperoleh suara. Sebenarnya sudah sangat jelas, bahkan sudah ketentuan sangsi hukumnya antara lain si-Caleg yang menggunakan money politik akan digugurkan serta diikuti hukuman penjara.

Namun sayangnya, sosialisasi baik dari KPU dan Bawaslu berupa Baliho jarang sekali terlihat. Sehingga tidak heran muncul Baliho dari masyarakat dengan meme “DISINI MENERIMA PENDAFTARAN SERANGAN PAJAR”.

Sebenarnya, sangat mudah menangkap oknum Caleg yang melakukan serangan fajar yang menggunakan uang. Hal ini dapat dilihat dari transaksi keuangan para Caleg selama periode tanggal 12 April – 16 April 2019.

Seperti yang dilakukan KPK bekerja sama dengan PPATK, dalam pelaksanaan operasi tangkap tangan. Kecuali memang si-oknum Caleg sudah antisipasi dana untuk money politik sudah dipersiapkan dengan disimpan di bantal atau di rumah.

Sehingga, memang tidak termonitor oleh pusat pelaporan dan analisa transaksi keuangan (PPATK). Tetapi selama yang bersangkutan menggunakan perbankan. Maka transaksi keuangan yang tidak normal pada periode tanggal tersebut patut dapat diduga akan digunakan untuk money politik.

Untuk memastkan para Caleg di Bengkayang, tidak melaksanakan politik uang. Maka menjadi tugas kita semua untuk buka mata buka telinga, aktifkan camera hp, aktifkan relawan pengawas Pemilu untuk mengawasi dilapangan.

Reporter : nicodimus
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA