by

Akibat Membantu Pasien Tidak Mampu, Kartu Pers Wartawan Ditahan RSUD Panyabungan

MANDAILING NATAL, Bratapos.com – Kesalapahaman kembali terjadi antara petugas Rumah Sakit Daerah Panyabungan dan Wartawan. Kejadiannya pada hari kamis 11/4/2019 sekira pukul 22.30 WIB Saat salah satu wartawan Bratapos berinisial L sedang ngopi halaman rumah sakit.

Secara tiba tiba ada seorang ibu sebut saja Fatimah bersama anaknya sedang membutuhkan pertolongan medis. Namun, petugas rumah sakit mengharuskan membayar obat sebesar Rp.600 ribu.Padahal kondisinya sudah larut malam, dan Fatimah sangat awam.tentang mekanisme adminitrasi rumah sakit.

Menurut pengakuan Fatimah, anaknya terjatuh dikamar mandi dan sangat membutuhkan pertolongan medis. Setelah ditangani dokter diruangan UGD, kemudian Dokter membutuhkan obat untuk pasien. Karena tidak mempunyai uang dan hanya mengandalkan Kartu BPJS nya, Fatimah kebingungan. Sebab, saat mengambil obat, dokter menyarankan agar kartu BPJS Itu saja sebagai jaminan. Mengingat obatnya sangat dibutuhkan pasien untuk penanganan yg serius.

” Saya pas lagi jenguk teman, ada ibu dengan raut muka sedih, lalu saya dekati. Ternyata ibu tersebut tidak membawa uang untuk menebus obat. Akhirnya saya berusaha untuk melobi pihak rumah sakit,” terang L.

Dalam perdebatan, masih menurut pengakuan L, tidak menemukan titik terang. Bahkan yang lebih ironis, surat tugas dan Pers Card L ditahan oleh petugas farmasi. Padahal, sebelumnya, petugas juga sudah menahan KTP L untuk jaminan.

Dilain pihak, petugas Farmasi tetap bersikukuh agar obat tersebut harus dibayar. Sehingga saran dokter untuk menahan kartu BPJS saja tidak dihiraukan. Pendek kata,tidak menerima kartu BPJS sebagai jaminan dan harus dibayar kontan.

” Ketika saya tanyakan, kenapa kartu Pers saya yang ditahan, petugas tadi menjawab untuk jaminan obat tersebut. Bukankah dokter sudah menganjurkan BPJS saja yg ditahan tapi si oknum farmasi tidak mengindahkan dan langsung meninggalkan saya sembari menyodorkan obat. Saya pun bergegas menyerahkan obat kepada ibu pasien,” sambung L dengan kesal.

Ditempat yang sama, Fatimah ikut menimpali,bahwa saat kerumah sakit ia tergesa gesa dan panik. Pasalnya, saat kejadian yang menimpa anaknya, suaminya tidak ada dirumah. Sampai berita ini dilansir Bratapos, pihak rumah sakit belum bisa dikonfirmasi. Berita penahanan kartu Pers dan surat tugas L, menjadi perbincangan hangat dikalangan wartawan Mandaling Natal.

Reporter   : Ard/ Tim

Editor       : Red

Publisher   : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA