oleh

Sistem Pengamanan (Sispam) kota, Simulasi di Lapangan Belakang Polres Madina

Last updated: Kamis, 11 April 2019, 16:16 WIB

MADINA, BrataPos.com – Terjadi keributan saat massa pendukung salah satu calon tidak terima dengan hasil keputusan pada penghitungan suara. Ratusan Massa itidak terima dengan hasil penghitungan tersebut,sehingga menimbulkan kekakacauan dan melakukan penjarahan.

Situasi mulai memanas, satuan Samapta Bhayangkara (Shabara) diturunkan dan menembakkan Gas air mata serta kendaraan water cannon juga mulai digunakan untuk menenangkan massa yang mulai memanas dan anarkis.

Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji, S.IK., M. H melalui Waka Polres Madina Kompol Drs. TB. Pane, M. M mengatakan simulasi sistem pengamanan pemilu Pilpres dan Legislatif ini dilakukan mulai dari tahapan kampanye, pencoblosan, dan rekapitulasi suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Jelang pemilihan umum (pemilu) 2019,Polres Mandailing Natal Bersama TNI melakukan simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) kota di Lapangan Belakang Polres Madina. Kamis Pagi ( 11/04/2019 ).

IMG-20190411-WA0029

Wakapolres menyebutkan pihaknya menyiapkan sebanyak 392 personel untuk pengamanan Pemilu 17 April mendatang.Dalam kegiatan Simulasi Sispam Kota jelang pemilu 2019 dihadiri Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Danki Senapan B Mangga Dua, Subden Pom I/-27, Danramil Kapolsek Jajaran dan Masyarakat sekitar .

Simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) kota dalam rangka pengamanan Pemilihan Pilpres dan Pemilihan legislatif tahun 2019 kita laksanakan mulai dari tahapan kampanye sampai tahapan pungut suara sampai adegan penjarahan,  bersama Kompi Senapan B Mangga Dua Mandailing Natal.

Belajar permasalahan yang ada yang sering mungkin akan terjadi tahapan kampanye tahapan pemilihan pencoblosan serta di rekapitulasi PPK,ungkap Kompol Tongku.

Reporter       : Hc

Editor             : Nr

Publisher      : Redaksi

 

REKOMENDASI UNTUK ANDA