oleh

Bupati Gresik Apresiasi Buku ‘Gresik Kota Bandar’ Yang Dapat Tingkatkan Budaya Literasi Dan Edukasi

GRESIK, BrataPos.com – Bupati Gresik Dr. H. Sambari Halim Radianto menghadiri bedah buku ‘Grissee Kota Bandar’ karya Chusnul Cahyadi yang juga merupakan seorang jurnalis di Gresik. Bupati juga menjadi salah satu narasumber dalam bedah buku tersebut.

Buku tersebut mengisahkan perjalanan jurnalistik di Gresik selama satu dekade yang dilakoni oleh Ayok sapaan akrab Chusnul Cahyadi. Bedah buku tersebut dilakukan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Kamis (11/04).

Selain dihadiri Bupati Gresik, bedah buku yang dimoderatori oleh Prof. Daniel M. Rosyid seorang guru besar fakultas kelautan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya Dwi Budi Sutrisno.

Selain itu, juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik Eko Budi Leksono, Kaprodi Fakultas Teknik Perkapalan Ali Yusa, Sejarahwan Gresik Mustakim serta diikuti oleh sejumlah mahasiswa dan masyarakat pengamat sejarah Gresik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sambari memberikan apresiasi atas digelarnya bedah buku karya Chusnul Cahyadi tersebut. “Buku ini sangat unik dan menarik untuk dibaca dan dibahas bersama-sama,” ujar Bupati Sambari.

DSC_0070_compress_15

Dirinya melanjutkan, kendati judul bukunya ‘Grissee Kota Bandar’, dengan kata lain Gresik sebagai salah satu pusat perdagangan,  namun didalam buku tersebut mencakup segala aspek perekonomian yang ada di Gresik.

“Satu dekade perjalanan jurnalis yang ditempuh Chusnul Cahyadi telah memotret keberagaman budaya, peninggalan bernilai sejarah, ragam kesenian dan tradisi masyarakat yang religius. Buku ini mendeskripsikan Gresik masa lalu sebagai kota bandar hingga berkembang menjadi kota wali dan kota industri yang diperhitungkan,” kata Bupati Sambari.

Kendati demikian, lanjut Bupati Sambari, pesatnya kemajuan perkembangan diberbagai bidang, tidaksampai menggerus budaya dan tradisi masyarakat Gresik.

Sementara itu,  sang penulis Chusnul Cahyadi mengungkapkan bahwa buku ini merupakan hasil ngelutus sepuluh tahun sejak tahun 2008 hingga tahun 2018.

“Tulisan yang saya buat, mengisahkan perjalanan jurnalistik saya sejak tahun 2008 hingga 2018 yang saya visualisasikan menjadi sebagai sebuah buku. Buku ini menceritakan kehidupan masyarakat dari sudut pandang ekonomi masa lampau hingga modern, kebudayaan, kehidupan sosial masyarakat hingga kehidupan religi,” ungkap  Ayok sapaan akrabnya.

Melalui buku ini pula, Chusnul Cahyadi berharap dapat menumbuhkan nilai edukasi bagi masyarakat khususnya generasi muda melalui budaya literasi. “Dengan adanya buku ini, semoga menjadi semangat membangun budaya literasi yang menumbuhkan nilai edukasi didalamnya,” ungkapnya.

Reporter           : Fz

Editor               : Nr

Publisher         : Redaksi

 

REKOMENDASI UNTUK ANDA