by

Setali Tiga Uang , Kongkalikong SMP N 1 Winong diduga kuat lakukan Pungutan Liar

PATI , Bratapos – Sudah tidak  Hal luar biasa lagi melalui Ahlinya , inti, core of The  core seperti dunianya ,  Mbah Ndul  mengecam   Dunia Pendidikan tanah  air yang lagi diributkan  akan terjadinya  Pungli – Pungli  di  Sekolah SD , SMP dan SMK di Kabupaten Pati.Pengalaman Korban – korban  selama ini harusnya  cukup di jadikan pelajaran berharga  orang , semakin pintar orang ternyata tidak menjamin  menjadi lebih baik. Seringkali justru yang pintar makin membodoh bodohi orang lemah dan bodoh.

Seringkali kita mendengar bahwa anak kita itu pada umumnya masih lugu dan jujur untuk melakukan kebaikan di mana saja , bisa mengatakan apa adanya dan lebih jujur dan tidak melakukan penyimpangan .

Karena itu, seringkali muncul sebuah anjuran, jangan bekerjasama berbohong dengan anak-anak, maka rahasia kita akan terbongkar. Pandangan sederhana ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa sebenarnya  pada asalnya, manusia itu justru baik dan jujur. Begitu pula seringkali ada ucapan bahwa orang desa lebih bisa berbuat jujur dari pada orang ……,?. Orang desa yang  lugu dan jujur, kata banyak orang dengan pengalamannya  akhirnya juga Pinter juga apalagi kalau dikibuli bertahun tahun . Kalimat ini seolah-olah membuka mata batin kita  bahwa seseorang semakin bertambah umur aklhirnya jadi orang tua yang anaknya bersekolah juga , kejanggalan kejanggalan semakin semakin membuat Kritis, pintar dan juga semakin menjadi orang tua yang Bijaksana , maka semakin sulit diajak untuk Berkompromi dengan Kejahatan .

Kali ini terjadi  di SMP Negeri  1 Winong ,Yang berlokasi  di kawasan jalan winong – kebowan  , dari Depan tampak megah  dan menarik , tapi siapa tahu bagaimana manajemen di dalamnya selama ini ? _ Bukan klise atau hal yang baru lagi bagi sebahagian orang,maraknya pungli di Sekolah – sekolah yang diberitakan di media- media  ternyata tak terkecuali di lakukan SMP Negeri 1 Winong ini dengan bermacam- macam pola dan cara , sehingga tradisi Pungli yang  mencengkeram  itu sangat sulit dihapuskan , hanya “tinggal Jorgan dan selogan saja” , dimana  Guru guru dan Pejabat dimanjakan Fasilitas  Mewah , sedangkan muridnya berada di rungan Genting yang pecah, atap genting bocor  dan air dari luar masuk ke kelas. Ditambah lagi Kejadian semacam itu malahan dijadikan Proyek bancakan  dimana yang dikorbankan  adalah  Siswa-siswi  agar dimintai dana dengan alasan uang pembangunan gedung,  dan lain-lain. Kasus ini sebnarnya  sudah Klise , Bukan Rahasia Lagi , setali tiga Uang , Melalui alasan BP3, Komite, Kesejahteraan Guru, Fasilitas  ruang guru , koordinator  tertentu  menjalin kerjasama menggurita  sehingga benang merahnya bersambung kemana-mana saling berkelindan .

Melalui Bratapos.com Tim Investigator Independen Saber Pungli Lintas Media  menurunkan Tim  selama dua tahun berjalan , yang hasinya  meyakinkan  dugaan kuat  Sekolah SMP Negeri 1  winong  melakukan Pungli di Sekolah . akibat dari dampak Pungli itu wali murid kelabakan  cari biaya sana sini  diluar baget yang di rencanakan , Dugaan pungli itu mengkerucut ketika seorang warga  wali siswa – siswi SMP tersebut mengeluhkan  Pungutan  Uang gedung , Uang pembangunan WS dan MCK , uang rehabilitasi Ruang guru , uang Buku, Uang Pakian , dan lain lain . sebesar Rp . 900.000 sampi dengan  Rp. 1.000.000 , di pungut ke siswa oleh Fihak sekolah  SMP Negeri  1 winong  sudah berjalan 5 sampi 6 tahun belakangan ini .

Padahal semua Tahu . Permendikbud  No 60. Tahun 2011, Pmerintah melarang sekolah Pungut biaya untuk SD & SLTP , semua biayanya ditanggung pemerintah , Baik Pusat maupun Kota , seperti contoh di Bogor. Dimana  anak setingkat SMP betul betul sekolah gratis bahkan mendapat uang saki dari Pemerintan sekitar Rp. 600.000 S/d Rp .700.000 perbulan , Pakian , buku juga di siapkan Sekolah  dari anggaran  BOSS.  WY” seorang wali siswa menguatkan bukti  bahwa selama ini  dirinya selalu dimintai  Dana ini dana  itu , untuk alasan kegiatan ini dan itu  dan uang gedung  yang besarnya fantastik .

Bayangkan kalau saja perorang  satu juta , kalau dalam satu sekolah  seribu siswa sudah berapa besar dan anggaran itu dipakai  apa , itu yang menjadi pertanyaan serius.

Temuan  yang menarik  adalah sampai  berita ini diturunkan Bratapos 10/4/2019 , Fihak sekolah ayem-ayem saja  dan tidak merasa ada kesalahan yang dilakukannya , dan kemungkinan bisa saja tahun ini , (SMP 1 Negeri Winong ) diduga kuat  pantati lagi kepres dan Permendagri No. 60 Tahun 2011 tersebut  dan  tetap melayangkan surat  kepada wali siswa dengan draff  berisi  cash Bon perencanaan kebutuhan yang dimanipulasi , dan  bisa jadi akhirnya  tidak juga dilaksanakan , tak dilaksanakan,  Cuma hanya seperberapanya saja. Dan tanpa Laporan pertanggungjawaban yang jelas ( LPJ).

Keterngan Mas “WY” ini menggugah  semangat saya sebagai Media jurnalis Bratapos.com ,untuk mengungkap dugaan  Pungli ini  sudah berjalan sangat lama   di SMP 1 Winong bahkan tidak menutup kemungkinan ada sekolah lainnya  melakukan Hal yang sama . Selanjutnya Mas “WY” mengungkapkan semua kekecewaannya – kekecewaannya

Sekaligus prihatin, perih dalam hati atas diskriminasi, perlakuan para guru-guru dan fihak sekolah  yang hanya memperioritaskan “The Have” yang kuat mbayar saja ,  dan mengucilkan  bahkan mengintimidasi dan membuly  anak orang miskin “ The Have not “sepeti  dirinya . Mas “WY” yang hanya Petani gurem di Desanya  tentu sangat keberatan,  tidak berdaya dengan pola , modus  manipulasi data yang dilakukan penggedhe -penggede SMPN 1 Winong tersebut yang bisa saja  menyewa Preman bayaran ,untuk menekan siswa agar segera membayar biaya ini dan biaya  itu , tetek mbengek biaya yang  sebenarnya   sudah dibayarkan melalui program Pemerintah. Seperi Kerbau dicocok hidungnya  , para wali siswa di paksa tandatangan  surat  perjanjian tertentu  yang tidak jelas bunyi dan peruntukannya , dan dfatar hadir yang disodorkan  Tri Parted itu , akhirnya dengan sangat terpaksa mereka menyetujui sebuah perjanjian  dengan tutup mata , telinga, mulut dan hati  dingin . Modus ini masih lagi dilakukan  dengan catatan- catatan yang tidak  boleh diketahui oleh wali Siswa maupun masyarakat .

Berdasarkan nara Sumbera lain  sebut namanya “NT” , semakin antusias  meyakinkan kepada  bratapos.com 10/04/2019 jam 20.30 dimkediamannya  dan mengatakan sanggup dan  berani dikonfrontir Fihak sekolah secara tertutup, jika  sekolah  membutuhkan kehadirannya  di kemudian hari dan maaf redaksi tidak menyebutkan nama Kepala sekolah yang dimaksud., Korban Pungli itu juga mengaku memiliki bukti bukti  dari pungutan-pungutan yang dibebankan siswa selama ini .

Bahwa hal ini menguatkan juga  Fihak sekolah melakukan persiapan secara dini sedimikian rupa seperti mau bermain bola saja , beradu argumen , berdebat , apalogi, opini , apalagi didukung jago jago bicara  untuk mengegolkan program-progran unggulan , alasannya lagi dalam sebuah Rapat  BP3 , Komite  dan fihak sekolah, dimana semua keputusan sudah disetting sedemikian rupa agar semua   baik sadar maupun terpaksa  menyetujui pendapat mereka.Pujian sanjungan pada programnya sendiri , mengheboh hebongkan Visi dan misi , bermain  lipsing dan istilah keren dengan Istilah “ kemitraan “ papar mas NT. Maraknya Pungli di  SD dan SPM di kabupaten Pati pada Umumnya menunjukkan  Buruknya  mekanisme birokrasi di dinas pendidikan  Kabupaten Pati yang  sangat perlu mendapat perhatian pemerintah , karena Pati  Oleh Bupati Bapai sudah dicangkan  Wilayah Bebas Pungli. Selama ini DInas pendidikan Kabupaten Pati tidak berdaya mendisiplinkan  Sekolah sekolah bermasalah pungli ini dan meloloskan saja  Pungli di sekolah sekolah , alasannya tidak tahu , dan kembali lagi  meminta  Kepada fihak yang mengetahui untuk melaporkan saja .

Tapi Pengalaman sudah lapor kemana mana termasuk melalui  sosial media kejadian itu kembaliu terus terulang. Barangkali masyarakat masih dianggap gaptek seperti dulu dulu yang gampang dikibuli , dikibuyli  dan ditipu dengan  intimidasi dan ancaman kalai siswa tidak mau bayar  subsidi dan bayar  uang Gedung , ternacam dikelarkan dari sekolah, tidak boleh ikut Tes,  dibuli, diintimidasi  dan lain sebagainya .

Persoalannya Bukan persoalan nilai satu jutanya atau Jumlah uangnya tapi Mental dan Moral Preman siswa jadi  terbentuk justru dari sekolah tingkat dasar dan menengah ini. Pelayanan Pendidikan dasar dan menengah menjadi Pokok central dan prioritas pemerintah untuk membebaskan  Bebas pendidikan  Sembilan tahun  dan itu semua tanggung jawab Pemerintah sepenuhnya , sebab bentuk  Pelayanan pendidikan secara Berjenjang  terarah dalam rangka  perbaikan mutu pelayanan” masyarakat “ di tungakan dalam nota kesepahaman  dan permen tersebut  bukan untuk di tuangkan lalu tumpah ruah kemana mana , tidak jadi perhatian dan dilaksanakan , namun hanya jadi jargo saja  “ SEKOLAH GARIR ,BEBAS PUNGUTAN SEKOLAH” yang tertulis di dinding dinding Tembok sekolah , namun kenyataannya Pelansanaan dilapangan Nol besar.

Harapan masyarakat  melalui  tulisan ini , tentu mengharapkan kepada  Pemerintah Daerah kabupaten Pati untuk segera  mengirimkan TIM Sabernya PUNGLInya  ke  SMP negeri  Negeri Winong ini , paling tidak memberi efek jera ,agar tidak  dilakukan lagi kedepan , mengamankan  BOS dan DAK , serta biaya lain dari kebocoran dan salah penggunaan.artinya semua pengelola, kordinator Pendidikan , satuan satuan kerja , dan instansi Pendidikan  turut serta mengawasi dari dalam instansinya sendiri sesuai kapasitas dan kewenangannya  sehingga  tidak lagi terjadi Pungli di sekolah sekolah SD  & SMP  ke depannya dan  bebas dari unsur premanisme ,  paksaan , atau  praktek yang tidak  terpuji  dan melanggar hukum . ( bersambung )

Reporter : sholihul Hadi

Editor : zai

Publisher : Redaksi

 

REKOMENDASI UNTUK ANDA