by

Bukan Sulap Bukan Sihir Eceng Gondok Jadi Terhiasan Bernilai Luhur

SULSEL, BrataPos.com – Dalam kegiatan Culture craft expo yang di adakan oleh mahasiswa poltek pariwisata makassar memberi kempatan kepada UMKM utama mempersambahkan  karya  pengrajin tangan khas Sulsel yang berkonsepkan budaya berbasis seni acara generasi kita tidak akan lupa dengan budaya ini.

“Ibu ijeng mengatakan bahwa Untuk kerajinan tangan yang terbuat dari bahan elenggondok sendiri di keringkan selama 4-5 hari kalau mataharinya bagus jalan penghibur selasa(10/04/2019) ,” ungkapnya.

Dan untuk sendal yang terbuat dari bahan eceng gondok itu kalau kita fokus kerja jadi 2 pasang dalam 1 harinya harga Rp. 35000. Untuk sendal itu pengelolaannya harus di pres dulu baru di proses pengguntingan baru di anyam lalu kemudian baru di jadikan sendal. Jadi untuk bahan baku itu kita pembeli dari pengepul dengan harga Rp. 15000/Kg. Biasa eceng gondok itu rapu akibat pernah terkena hujan.

Bosarra dari bahan elenggondok membutuhkan waktu yang lama karena dia memakai kerawang dan kerawangnya itu terbuat juga dari ecenggondok tetapi harus di perintir  dan makan waktu sekitar 2-3 hari baru bisa jadi 1 bosarra itu agak mahal karena buatnya rumit harga Rp. 85000/1 barangnya.

WhatsApp Image 2019-04-10 at 13.36.00

Kalau tas itu paling lama untuk durasi penbuatannya sendiri sekitar 3-4 jam bisa untuk 1 tas harga itu Rp. 50000. Tempat sampah itu juga lama karena dia panjang itu bisa jadi 2-3 hari kisaran harga itu Rp. 75000.

Tempat tisunya 1 hari ada dua macam yang  segi empat itu harganya Rp. 35000 kalau yang panjang itu Rp. 60000.

Masalahnya kalau kerajianan seperti ini kita melihat dari segi proses penyambungan karena bahan ecenggondok itu pendek sama dengan daun pandan Biasa ecenggondok itu rapu akibat pernah
di kena hujan

Jadi untuk bahan baku itu kita pembeli dari pengepul dengan harga Rp. 15000 /Kg
Biasa ecenggondok itu rapu akibat pernah terkena hujan.

Reporter   : Red

Editor       : Nr

Publisher  : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA