oleh

Wifi Sering Mati & Pagar Sering Tertutup, Lurah Wahno Albert Rumabar Disoroti Kinerjanya

Kota Jayapura, bratapos.com – Beberapa warga kelurahan Wahno-Kotaraja distrik Abepura kota Jayapura kepada awak media ini saat ditemui di depan kantor kelurahan sore itu, menyampaikan keluhan dan kekecewaan mereka terhadap kepemimpinan Albert Rumambar sebagai Lurah mereka { 4/4/2019 }.

Kebanyakan di antara mereka adalah Pelajar dan Mahasiswa, yang hampir setiap hari mampir ke kantor kelurahan untuk bermain wifi yang dipasang di kantor kelurahan Wahno saat Nurhadi Kepala Kelurahan lama masih menjabat.

Bahkan mereka para mahasiswa dan pelajar serta warga kelurahan ini, kepada awak kabar daerah mereka menyampaikan ketidak-puasannya, yaitu terhadap kinerja dari kepala kelurahan yang hingga saat ini tidak ada perubahan, malah merugikan warganya.

Salah seorang pemuda yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan demikian;

” Pak Albert ini sangat beda jauh sekali dengan pak Nurhadi. Beliau orang yang sangat baik, sangat mengerti dan suka bergaul dengan kita.

Wifi saja seingat kami, selama pak Nurhadi jadi kepala kelurahan tidak pernah wifi ini padam. Terkecuali mati lampu atau terjadi pemadaman.
Selain dari itu nyala terus.

Jadi terus terang siang malam wifi di kantor kelurahan ini 24 jam nyala kalau mau dilihat. Sudah begitu pagar di kantor lurah ini tidak pernah tertutup rapat dan terkunci seperti ini.

Pak Alberth ini begitu naik jadi Lurah di sini, semuanya berubah. Wifi sudah tidak aktif, terus pagar hanya dibuka saat jam kerja saja.

Parahnya lagi beliau ini, pak Alberth ini tidak dukung imbauan bapak Walikota Jayapura, bahwa setiap Kelurahan di wilayah kota Jayapura harus memasang Wifi untuk kelancaran aktivitas. Kenapa?, karena mengingat semua hampir serba internet jadi harus dipasang.

Apalagi untuk para Pelajar dan Mahasiswa, dengan adanya Wifi ini otomatis memudahkan mereka untuk mengerjakan tugas-tugas, karena semua referensi yang di butuhkan ada di dalamnya. ” Ungkap pemuda ini ( warga ), yang diketahui berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jayapura.

Lanjut dirinya ( nara sumber ) dengan nada kesal, menyoroti gaya kepemimpinan Albert Rumabar yang dinilai sangat tidak terbuka dan tidak menyatu dengan warganya.

” Pak Albert ini harus segera diganti!. Dan kami minta kepada bapak Walikota agar segera menurunkan kepala kelurahan ini, dan ganti orang yang tepat dan paham akan pemerintahan.

Kami meminta juga kepada Walikota agar segera perintahkan pegawai kelurahan supaya Wifi di kantor lurah tidak boleh dimatikan dan juga kami meminta agar pagar di kantor lurah jangan dikunci. Sebab beberapa kali hujan deras kami basah kuyup dan aktifitas kami terganggu.

Tolong bapak Walikota segera copot dan ganti pak Albert Rumabar yang bekerja tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan. Bila perlu panggil kembali pak Nurhadi yang sangat perhatian, peduli dan sayang sama warganya. ” Tutur beberapa pemuda yang meminta jangan diberitakan identitas lengkap mereka itu.

Reporter : Tim Biro Papua

Editing : Wo

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA